Warga Minta DPRD Perjuangkan Perumahan Bagi Warga

Anggota DPRD saat mengadakan reses dengan ritual adat bakar batu (berapen) di Kampung Limau Asri, Sabtu (25/11) .

Thadeus Kwalik Gelar Reses

DPRD Diminta Perjuangkan Program Perumahan Warga

DPRD Mimika diminta untuk memperjuangkan program perumahan bagi warga Kampung Limau Asri, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika. Permintaan warga terungkap saat Anggota DPRD Mimika Thadeus Kwalik mengadakan reses di daerah pemilihan (Dapil) nya yang berlangsung di Balai Kampung Limau Asri, Sabtu (25/11).

Reses Thadeus Kwalik dimeriahkan dengan acara budaya bakar batu yang melibatkan masyarakat Limau Asri.

Perwakilan warga Limau Asri, dihadapan Thadeus mengatakan selama ini dana APBD Mimika begitu besar tapi tidak ada bukti pembangunan yang jelas buat masyarakat di kampung-kampung.

Menurut warga,  selama ini DPRD Mimika tidak aktif membuat kontrol pembangunan tidak ada, sehingga kegiatan pembangunan  tidak berjalan dengan baik dan terkesan dilakukan setengah-setengah.

“Warga minta ke saya selaku Anggota DPRD untuk bangun perumahan warga.  Kabupaten ini anggaran besar sekali, tapi  tidak dikontrol dengan baik. Akhirnya pembangunan yang dilakukan tidak  bisa dirasakan masyarakat,  karena terkesan tidak  tuntas,”kata salah satu warga.

Selain itu, warga juga mempertanyakan Dana Desa (DD). Hal ini dikarenakan DD untuk pembangunan di Kampung Limau Asri tidak pernah dirasakan oleh masyarakat.

“Saya minta DPRD lihat pengelolaan DD untuk Limau Asri lari kemana. Ini karena dana tersebut nilainya besar, tapi tidak pernah dirasakan oleh masyarakat,”tutur salah satu warga lainnya.

Sementara Kepala Puskemas Limau Asri, Marisella menyampaikan, tenaga kesehatan di SP 5 masih kurang dan itu menjadi kendala. Tambah lagi  tenaga kesehatan (nakes) di puskesmas sering tidak berada di tempat, tapi berada ada di Timika.

“Hal ini harus menjadi perhatian serius dari pemerintah. Tenaga kesehatan di Puskesmas banyak yang tidak berada di tempat tapi berada di Timika,” katanya.

Warga juga mengeluhkan sering terjadi banjir di SP 5. Selama ini hujan sebentar saja sudah terjadi banjir. Padahal 5 tahun yang lalu tidak pernah ada banjir.

“Kami minta DPRD menelusuri apa penyebabnya. Kami minta dikaji ulang ulang pembangunan di SP 5,” ujarnya.

Warga juga mempertanyakan dana yang kelola pemerintah untuk pembangunan kampung (desa).  Ibu ibu merasa kesulitan untuk menjual hasil pertanian ke Timika. Pemerintah harus menyediakan bus untuk warga di Kampung Limau Asri, SP 5.

“Daerah lain mendapatkan bus dengan menggunakan Dana Otonomi Khuasus (Otsus).  Kami di SP 5 tidak pernah merasakan pelayanan bus untuk mengangkut penumpang dan hasil bumi warga. Pemerintah harus perhatikan hal ini,” jelas warga.

Warga juga menyesalkan DPRD sebelumnya yang pernah janji untuk pembangunan perumahan, tetapi hasilnya sampai saat ini belum pernah terwujud.

“Kami menyesalkan sampai saat ini, belum ada pembangunan perumahan yang bisa dirasakan oleh masyarakat,”tuturnya.

Anggota DPRD Mimika, Thadeus Kwalik,  menerima semua aspirasi yang disampaikan warga.  Thadeus berjanji,  aspirasi warga ini akan disampaikan kepada pemerintah.

“Melalui reses ini, sejumlah aspirasi akan dibahas di DPRD dan  juga akan disampaikan kepada pemerintah kabupaten (Pemkab),”terang Thadeus. (humas)

Berita Dewan Berita Terbaru