Website Resmi DPRD Mimika

Warga Diminta Dukung Pemerintah Menata Kota Timika

Karel Gwijangge,SIP,/Foto : Humas

TIMIKA

Program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika dalam menata dan mempercantik keindahan kota Timika dalam menyongsong momen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) se Papua dan Papua Barat serta Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX dengan melakukan penertiban bangunan yang berada di pinggir jalan dan penertiban pedagang harusnya didukung oleh seluruh warga kabupaten Mimika.

Harapan tersebut disampaikan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mimika, Karel Gwijangge,SIP.

Menurutnya, langkah dari pemerintah melalui Satpol PP dalam menjalankan instruksi bupati untuk penertiban pedagang dan rumah serta kios yang berada di pinggir jalan adalah terobosan yang tepat dalam mempersiapkan kabupaten Mimika sebagai tuan rumah perhelatan dua ivent besar tersebut.

“Mimika ini mau di make up atau dipercantik,  dewan pada prinsipnya mendukung  program pemerintah. Sebenarnya pemerintah sudah pernah melakukan penertiban di sekitar Eks Pasar Swadaya dan sudah diarahkan untuk satu tempat yaitu di pasar Sentral, tapi dalam perjalanan masih ada saja pedagang yang kembali berjualan. Nah ini yang jadi persoalan sehingga Satpol PP kembali ditugaskan untuk secara perlahan untuk mengembalikan pedagang,”tegas Karel Gwijangge saat ditemui wartawan di kantor DPRD Mimika, Selasa (4/2).

Kata Karel, terkait penertiban pedagang di sekitar Eks Pasar Swadaya, pemerintah sebenarnya masih memberikan kelonggaran atau kebijakan dan kedepan pastinya akan lebih tegas lagi dengan melakukan penindakan.

“Untuk bisa menjadikan Mimika indah dan cantik, maka Satpol PP akan lebih tegas nantinya. Mungkin bukan saja sekedar imbauan atau mengarahkan, tapi para pedagang bisa saja ditindak dengan menyita jualan dan mencabut izin usahanya. Karena itu, seharusnya warga masyarakat mendukung apa yang menjadi program pemerintah daerah,”seru Karel.

Menurutnya, kita semua harus mendukung kebijakan Bupati dalam hal penataan kota Timika salah satunya para pedagang yang ada dipasar pasar yang tidak diizinkan lagi berjualan harus mau menerimanya dan semua terpusat di satu lokasi yaitu Pasar Sentral.

“Saya mendukung aspirasi dari pedagang Mama mama Papua ke DPRD yang meminta agar semua pedagang menempati lokasi pasar yan sudah disediakan   yaitu Pasar Sentral yang ada di Jalan Hasanudin,”ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan anggota DPRD Mimika dari Fraksi PKB, Saleh Alhamid bahwa pedagang harus mau direlokasi ke lokasi yang disediakan pemerintah daerah.

“Pemindahan para pedagang ke Pasar Sentral harus tegas dan semua pedagang tanpa terkecuali. Sepanjang masih ada pedagang yang berjualan di lokasi lokasi yang tidak resmi, jangan pernah berharap persoalan ini bisa selesai,”katanya. (humas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *