Reses II Athon Pali, Warga Usul Perbaikan Jalan Lingkungan

Anggota DPRD Mimika Anthon Pali, SH foto bersama ketua RT Kelurahan Kwamki Baru, saat melaksanakan kegiatan reses tahap II di kompleks Jalan baru, Kamis (18/11)

Timika | Warga Jalan Baru mengusulkan agar pemerintah memprioritaskan perbaikan jalan lingkungan, hal ini diutarakan kepada Anggota DPRD asal partai Nasdem Anthon Pali, SH saat melaksanakan kegiatan reses tahap II di kompleks Jalan baru, Kamis (18/11).

Anthon Pali menyampaikan maksud dan tujuan reses kali ini, adalah untuk mendengar Aspirasi dari masyarakat Dapil I, kira-kira aspirasinya seperti apa, untuk kita perjuangkan ke Pemerintah, aspirasi ini akan kami masukkan kedalam pokok pikiran (pokir) dewan, selanjutnya diajukan ke pemerintah untuk dieksekusi.

Aleksander, warga kompleks Toraja, mengusulkan perbaikan jalan lingkungan di kompleks toraja.

“Kalau bisa jalan diperbaiki, karena kalau hujan sering tergenang” katanya.

Lebih lanjut, Ibu Gita Mewakili Ibu-ibu mengeluhkan kelangkaan minyak tanah. “akhir-akhir ini, kami ibu-ibu kesulitan mendapatkan minyak tanah, biar jalan bagus kalau dapur tidak berasap sama saja” kata ibu Gita.

Sementara itu Ketua RT 14 Kwamki Baru, Warapea, mengusulkan normalisasi sungai sampai ke area bandara baru.

“ Beberapa sungai harus dinormalisasi sampai bandara baru. Jangan sampai orang sudah membangun baru alat berat masuk, selain itu perlunya pendataan alamat dan nomor rumah supaya alamat jelas” katanya.

Selain masalah diatas, masyarakat juga mengusulkan tempat pembuangan sampah, dan penerangan jalan.

Menanggapi aspirasi warga jalan baru, Anthon Pali yang saat ini menjabat ketua Fraksi Nasdem DPRD Mimika menjelaskan, Sebenarnya pemerintah mau semua masyarakat menikmati pembangunan, sesuai visi misi Bupati dan Wakil Bupati, tapi itu semua kembali lagi ke masyarakat.

“Kadang sudah di survey oleh Dinas PU, namun masyarakat sering protes, minta ganti rugi, bahkan nilainya lebih besar dari ketentuan yang berlaku. Kalau mau pemerintah membangun, kita semua harus menerima pembangunan ini, banyak oknum-oknum yang menolak pembangunan tersebut karena kepentingan pribadi” katanya.

Agar pembangunan berjalan dengan baik, tugas tanggungjawab RT harus mensosialisasikan kepada warga dilingkungan, bekerjasama dengan kontraktor yang mengerjakan proyek, supaya tidak ada kendala. jalan tidaknya pembangunan dikembalikan masyarakat.

Masalah pangkalan minyak tanah, kami akan panggil semua pihak Jober Pertamina termasuk Disperindag, jangan sampai ada oknum-oknum bermain dibelakang itu, kira-kira kendalanya apa, sampai BBM bisa langka.

Mengenai aspirasi dari RT untuk pembuatan Tempat Pembuangan Sampah (TPS), kami dari Dapil I akan mengusulkan ke pemerintah untuk dibahas dalam APBD Induk 2022.

“ Harapan saya bagaimana aspirasi ini bisa direspon baik oleh pemerintah, juga apa yang telah diprogramkan pemerintah harus diterima baik oleh masyarakat agar tidak ada tumpang tindih dilapangan”. tutupnya. (humas)

Agenda Kegiatan