Reses 4 Anggota DPRD Bertemu Pedagang Pasar Sentral

Empat Anggota Dewan Dapil I Gelar Reses Temui Pedagang Pasar Sentral

Timika,HP

Empat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Mimika dari Daerah Pemilihan (Dapil) I masing-masing, Yohanis Felix Helyanan,SE, Hadi Wiyono,SE, Yohanis Sunme dan Yohanis Wantik menggelar kegiatan reses bersama dengan menggelar pertemuan dengan warga pedagang yang ada di Pasar Sentral Jalan Hasanudin, Sempan pada Jumat (24/11) kemarin.

Dalam pertemuan empat anggota dewan dengan pedaqgang yang dilaksanakan di los pasar Sentral bagian depan dalam suasana santai dan berdialog tentang berbagai permasalahan yang terjadi di pasar Sentral.

Yohanis Felix Helyanan,SE dalam sambutan awalnya menyampaikan bahwa reses merupakan kegiatan wajib dari setiap anggota DPRD Mimika untuk menemui pemilihnya (konsituen) dengan berbagai cara baik secara rapat maupun mendengarkan langsung dari warga.

“Pertemuan ini dalam rangka reses dimana kami anggota dewan dari Dapil I yang meliputi Kelurahan pasar Sentral ingin duduk bersama dengan pedagang ataupun masyarakat tentangf apa apa saja yang menjadi keluhan aspirasi usulan dan nantinya akan menjadi pembahasan atau usulan untuk diakomodir di pembahasan APBD Induk 2018 mendatang. Karena itu, apa yang disampaikan atau diusulkan warga kami akan perjuangkan dalam rapat pimpinan,”ungkap Yohanis Felix Helyanan,SE dari partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Yohanis Felix Helyanan yang lebih suka dipanggil Jhon Thie mengaku,momen reses kali ini dimanfaatkan untuk mendengarkan apa yang menjadi persoalan seputar pasar Sentral. Sebab kata dia, hingga saat ini persoalan pasar sentrtal tentang lapak menjadi sorotan dan penuh dengan pro dan kontrak soal pemanfaatan lapak dan kondisi pasar.

“Selama ini persoalan pasar sering saja menjadi sorotan. Mulai dari kondisi kebersihan, fasilitas dan penataan. Karena itu, hasi, reses ini akan kami bawa ke pembahasan dewan untuk menjadi dasar pembahasan program 2018 nanti,”ungkapnya.

Anggota dewan dari Dapil I lainnyam Hadi Wiyono,SE menegaskan, persoalan pasar Sentral menjadi konsen DPRD Mimika. Sebab di pasar Sentral masih banyak hal yang harus dibenahi pemerintah khususnya dinas yang mengurusi soal pasar.

“Komisi B DPRD Mimika serius mempersoalkan kondisi dan penataan karena pasar Sentral terkesan seperti bukan pasar Sentral dan bahkan wajah pasar sentral sudah menyimpang dari rencana sebelumnya,”tegasnya.

Anggota dari Komiis C, Yohanis Tsunme menuturkan pedagang yang ada di pasar perlu juga didengarkan sehingga menjadi dasar bagi dewan yang akan melakukan Rapat Dengar Pendapat dengan OPD yang bersangkutan sehingga bisa dimaksimalkan.

“Banyak pedagang di pasar sentral yang mestinya menempati los dalam tapi karena lebih banyak pedagang yang berjualan diluar. Karena banyak warga yang mengunjungi pasar Sentral tidak masuk kedalam pasar sehingga pedagang memilih berjualan diluar atau ditempat yang baru,”ungkap Tsunme.

La Ali, salah satu pedagang dihadapan anggota dewan mengaku memilih berjualan di luar karena pembeli tidak sampai kedalam pasar.

“Karena banyak pembeli hanya berbelanja di luar los sehingga pedagang memilih menempati atau berjualan di luar walaupun itu sebenarnya dilarang. Bagaimana kita mau mendapat pembeli kalau semua kios berjualan di pinggir jalan,”ungkapnya.

Najamudin pedagang cakar bongkar mengaku bahwa bangunan pasar permanen berlantai dua sudah hampir tiha tahun belum ditempati pedagang karena tidak ada perintah dari Dinas teknis dengan alasan lampu belum tersedia.

“Kami pernah menanyakan kenapa pasar permanen tidak juga digunakan, dan mereka menjawab karena listrik belum tersedia. Sehingga halaman yang kosong di depannya terpaksa kita pakai sementara untuk berjualan tanpa maksud melalaikan keinginan warga untuk berjualan,”pintanya.

Salah seorang pedagang wanita, Ibu Ramlah kepada empat anggota dewan mendesak agar DPRD segera memperjuangkan dan meminta dengan tegas kepada Pemerintah agar pasar permanen yang ada di blok paling depan segera difungsikan sehingga pasar terlihat ramai. Selain difungsikan, infrastruktur jalan dan kebersihan di sekitar pasar Sentral juga harus menjadi keseriusan dinas teknis.

Menanggapi beberapa aspirasi dan usulan, anggota DPRD Mimika Jhon Thie berjanjia akan menyampaikan dan sekaligus memperjuangkan agar tahun 2018 bisa di akomodir di pembahasna program APBD 2018 mendatang.(opa)

Berita Dewan Berita Terbaru