RDP Dengan BPBD, DPRD Mimika Dukung Langkah Pemkab Pencegahan Covid-19

RDP Kelompok II dengan BPBD Mimika yang berlangsung di Ruang Rapat Serba Guna kantor DPRD Mimika, dipimpin oleh Koordinator Kelompok II, Muhammad Nurman S Karupukaro dan Sekretaris Julian Salossa, serta dihadiri oleh anggota DPRD lainnya, seperti, Reddy Wijaya, Semuel Bunai, Thobias Maturbongs, Miller Kogoya, Leonardus Kocu dan Wakil Ketua I, Aleks Tsenawatme, Senin (11/5)/ FOTO : HUMAS

 TIMIKA

Dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Mimika, Senin (11/5) kemarin,Kelompok II Satgas DPRD Mimika Penanganan dan Kepedulain Covid-19 mendukung langkah langkah pencegahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah dalam pencegahan penularan Covid-19 di kabupaten Mimika.

RDP Kelompok II dengan BPBD Mimika yang berlangsung di Ruang Rapat Serba Guna kantor DPRD Mimika, dipimpin oleh Koordinator Kelompok II, Muhammad Nurman S Karupukaro dan Sekretaris Julian Salossa, serta dihadiri oleh anggota DPRD lainnya, seperti, Reddy Wijaya, Semuel Bunai, Thobias Maturbongs, Miller Kogoya, Leonardus Kocu dan Wakil Ketua I, Aleks Tsenawatme.

Sementara dari BPBD Kabupaten Mimika hadir Kepala BPBD Mimika, Yosias Lossu, Plt Sekretaris Lefinus Siahaya dan stafnya Andriyani Dukomalamo. Pada kesempatan tersebut Plt Sekretaris BPBD Lefinus Siahaya mewakili Kepala Badan mempresentasekan seluruh kegiatan dan langkah langkah yang dilakukan BPBD saat mulai maraknya wabah Covid-19 sampai saat ini.

“Sejak Covid-19 mulai dijadikan sebagai bencana kemanusiaan oleh pemerintah pusat, kami dari BPBD langsung bergerak dengan melakukan pemetaan wilayah. Selanjutnya, langkah langkah pencegahan berupa perlindungan kepada masyarakat dengan melakukan sosialisasi dengan menyebarkan brosur dan spanduk serta pamflet pamflet dalam mencegah penularan Covid-19 kepada seluruh masyarakat. Sosialisasi juga dalam bentuk 7 bahasa khusus untuk warga tentang bahaya dari Covid-19”ungkap Lefinus dihadapan anggota DPRD Mimika.

RDP Kelompok II dengan BPBD Mimika yang berlangsung di Ruang Rapat Serba Guna kantor DPRD Mimika, dipimpin oleh Koordinator Kelompok II, Muhammad Nurman S Karupukaro dan Sekretaris Julian Salossa, serta dihadiri oleh anggota DPRD lainnya, seperti, Reddy Wijaya, Semuel Bunai, Thobias Maturbongs, Miller Kogoya, Leonardus Kocu dan Wakil Ketua I, Aleks Tsenawatme, Senin (11/5)/ FOTO : HUMAS

Selain sosialisasi bahaya Covid-19, Lefinus juga menjelaskan bahwa BPBD juga telah memasang sekitar 70 titik tempat cuci tangan umum yang dipasang di titik titik yang menjadi konsentrasi warga. Tempat cuci tangan ini untuk mencegah terjadinya penularan, sehingga kami sudah pasang hampir diseluruh titik titik.

“Selain langkah langkah pencegahan, kami juga mengusulkan untuk biaya Rekonstruksi atau rehabilitasi dari dampak bencana non alam ini, sebab orang orang yang berdampak dan trauma dengan Covid-19 ini harus terus dilakukan pembinaan dan pendampingan akibat wabah virus Corona,”jelas Lefinus.

Koordinator Kelompok II, Muhammad Nurman S Karupukaro mengatakan bahwa tujuan dari RDP ini ingin mendengarkan langsung langkah langkah yang sudah dilakukan melalui BPBD Kabupaten Mimika, sehingga nanti usulan dan masukan ini kami akan koordinasikan dengan pemerintah daerah.

“Suka tidak suka, pemerintah sudah secara maksimal melakukan langkah langkah pencegahan, namun karena rendahnya kesadaran warga sendiri sehingga kasus di Mimika terus bertambah. Mimika sudah menjadi zona merah sehingga kita wajib langkah Pemkab dalam rangka penanganan Covid-19, angkanya mau 1.000 kah atau 2.000 yang terpenting angka yang meninggal tetap di angka 3,”tegasnya.

Menurut Nurman, bahwa Kelompok II Satgas DPRD Mimika menyerahkan kebijakan Pemkab Mimika untuk mengambil langkah langkah penanganan dan pencegahan Covid-19.

“DPRD akan siap mendukung kalau ada pngusulan anggaran dari pemerintah daerah yang penting digunakan sebaik mungkin untuk penanganan Covid-19 di kabupaten Mimika,”jelas.

Sekretaris Kelompok II, Julian Solossa mengapresiasi kepada BPBD Kabupaten Mimika yang sudah bekerja secara maksimal dalam rangka pencegahan Covid-19.

“Kami dewan akan turut mengawasi sebagai fungsi kontrol namun tidak mengintervensi tugas dan tanggungjawab Tim Gugus Tugas termasuk di dalamnya BPBD. Namun kami usulkan agar jumlah kasus 110 saat ini di Mimika, kita harus punya langkah atau strategis untuk menahan laju penularan Covid-19 ini,”kata Julian.

RDP Kelompok II dengan BPBD Mimika yang berlangsung di Ruang Rapat Serba Guna kantor DPRD Mimika, dipimpin oleh Koordinator Kelompok II, Muhammad Nurman S Karupukaro dan Sekretaris Julian Salossa, serta dihadiri oleh anggota DPRD lainnya, seperti, Reddy Wijaya, Semuel Bunai, Thobias Maturbongs, Miller Kogoya, Leonardus Kocu dan Wakil Ketua I, Aleks Tsenawatme, Senin (11/5)/ FOTO : HUMAS

Anggota DPRD lainnya Thobias Maturbongs berharap agar kasus positif yang semakin meningkat di area kerja PT Freeport Indonesia di area Tembagapura, harus diseriusi oleh pemerintah.

“Kenapa kasus di Tembagapura itu semakin bertambah karena kondisi lingkungan dari setiap departemen sehingga bisa hasil tracing dan rapid tes awal, kalau di banding dengan kasus di SP 1 mungkin kurang karena serchingnya kurang. Saya yakin kalau di Timika di serching secara baik maka mungkin kasus akan lebih banyak,”tegas Thobias.

Sementara anggota DPRD Mimika lainnya, Miller Kogoya berharap dengan adanya status zona merah yang ditetapkan oleh TGTPP Mimika semestinya warga yang terduga terinveksi Covid-19 harus dikelompokkan dan dibuka secara umum sehingga orang bisa saling menjaga kontak satu warga dengan warga lainnya.

“Salah satu contoh katanya area Kelurahan Kebun Sirih itu zona merah, namun kami warga yang tinggal disitu jadi bingung, warga mana atau kelompok mana yang sudah positif, agar warga lainnya yang sehat bisa berhati hati dalam bergaul sehingga tidak tertular. Harusnya zona merah itu dilakukan pembatasan atau paling tidak bisa mengetahui lokasi dan area mana yang dikatakan zona merah, kami jadi bingung untuk menghindari karena yang positif atau status lainnya tidak dibuka secara umum,”keluh Miler.

BPBD Kabupaten Mimika hadir Kepala BPBD Mimika, Yosias Lossu, Plt Sekretaris Lefinus Siahaya dan stafnya Andriyani Dukomalamo saat hadiri RDP dengan DPRD Mimika/ Foto : Humas

Anggota DPRD Mimika dari Perindo, Drs. Leonardus Kocu berharap agar pemerintah daerah bisa mengantisipasi dan memprediksi wabah ini sehingga bisa menetapkan anggara dalam menangani kasus Covid-19 di kabupaten Mimika.

“Langkah langkah pencegahan dini harus dilakukan, seperti menutup pintu masuk dari Pelabuhan atau lewat transportasi udara. Kota Mimika ini tergolong kota kecil, akses masuk hanya dua dan itu sudah dilakukan penutupan. Tetapi faktanya angka kasus terus bertambah, masalah apa ini menjadi pertanyaan besar. Strategis untuk menekan angka ini harus menggunakan strategis jitu.  Kita ini hanya ibarat pemadam kebakaran, ada masalah kita selesaikan. Tapi kita tidak tahu solusi agar jangan terus naik itu apa,”tanya Leonardus Kocu.

Anggota dewan dari Perindo, Semuel Bunai berharap BPBD kabupaten Mimika dapat mensosialisasikan kepada masyarakat dimana lokasi atau titik titik yang disediakan tempat cuci tangan, agar warga semua tahu.

“Harus diumumkan kepada semua warga dimana lokasi dan titik tempat cuci tangan di sediakan, kemudian alat pelindung diri jangan hanya disediakan hanya untuk petugas tapi juga harus kepada seluruh masyarakat Mimika,”saran Semuel. (humas)

Berita Umum