Website Resmi DPRD Mimika

Penanganan Covid-19 Menjadi Tanggungjawab Kita Bersama Pemerintah

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Mimika dari Partai Bulan Bintang (PBB), Herman Gafur,SE  saat menyerahkan bantuan sembako kepada warga/Foto : humas

TIMIKA

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Mimika dari Partai Bulan Bintang (PBB), Herman Gafur,SE mengakui bahwa untuk pencegahan dan penanganan Covid-19 bukan hanya menjadi beban dan tanggunjawab pemerintah daerah semata, tetapi semua elemen dan stokholder di kabupaten Mimika.

“Tanggungjawab penanganan Covid-19 jangan semua hanya dibebankan kepada pemerintah daerah saja, tapi mari semua kita bekerja bergotong royong  untuk kita melawan semua persoalan ini. Saya yakin, hanya dengan kerja gotong royong kita bisa melawan wabah ini. Olehnya itu dengan imbauan tidak cukup, tapi harus ada langkah konkrit yang harus kita lakukan untuk masyarakat, dengan saling bahu membahu saling menguatkan satu sama lainnya sehingga kita bisa melawati masa masa sulit seperti ini,”tegas Herman Gafur saat ditemui di kediamannya di Jalan Kelimutu, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua, Selasa (7/4).

Herman mengimbau kepada seluruh masyarakat Mimika untuk sengaja menciptakan stigma negatif kepada pasien atau penderita, karena wabah ini harus sama sama kita perangi dan menjadi musuh kita bersama.

“Jadi pada prisnipnya covid 19 kita  tak boleh wacanakan stigam negatif kepada penderita, karena wabah ini yang harus kita sama sama perangi dengan bahu membahu saling menguatkan satu sama lainnya. Nah untuk saling menguatkan satu sama lain, tidak cukup hanya dengan sekedar imbauan, banyak hal yang harus kita kedepanakan supaya bisa cari solsusi. Saya lihat masyarakat sesungguhnya walaupun belum maksimal tapi sudah mendengarkan imbauan pemerintah daerah melalui tim gugus tugas, hanya tanggungjawab itu tidak cukup sebatas imbauan, tidak cukup hanya imbauan, kita minta tanggugnjawab masyarakat stay di rumah. Tapi ada persoalan persoalaan, setelah minta dirumahkan, pemerintah apa yang dihadirkan untuk masyarakat. Apalagi banyak saudara saudara kita  yang tidak beruntung sama nasibnya dengan kita,”tegasnya.

Dijelaskan Herman, dengan peran kita walaupun sekecil apapun dengan berbagi dilingkungan skala kecil saja sudah cukup mengurangi beban hidup warga yang ekonominya tidak mapan.

“Kalau kita sih, tinggal satu bulan di rumah masih dapur kita masih berasap , tapi bagaimana dengan saudara saudara kita yang berprofesi kebutuhan hidupnya menggantungkan hidupnya untuk mencari hari itu saja, apalagi hanya menggantungkan pendapatan dari pekerjaan hari itu saja. Nah ini, mungkin pemerintah melalui tim gugus tugas dan semua stokholder yang ada dapat menyelesaikan persoalan persoalan seperti itu agar masyarakat tidak resah,”jelasnya.

Kata Herman, kabupaten punya anggaran sekitar Rp 172 Miliar lebih,  dan ini sangat signifikan sekali. Itu kan, akan sia sia kalau kita tidak maskimalkan penggunaannya.

“Saya selalu tertarik bersikusi dengan banyak tokoh tokoh, biar bagaimana kita bisa mengedepankan cara bagaimana mencegah wabah ini, bagaimana supaya  warga jangan jadi korban lagi. Kalau infrastruktur itu kapan saja bisa bangun dan bisa lakukan kapan saja, tapi sisi kemanusian harus di kedepanapan. Saya berharap, selain pemerintah mencarikan solusu tapi bagi  pengusaha pengusaha juga harus bisa berperan aktif sama sama bisa melihat warga yang susah yang harus bantu sam sama,”katanya.

Herman mengakui, dirinya melakukan kegiatan ke masyarakat dengan memberikan bantuan sembako karena merasa terpanggil dan merasa bertanggungjawab kepada masyarakat walaupun dalam skala kecil.

“Saya berharap kegiatan ini bisa diikuti oleh elemen masyarakat lainnya terlebih pemerintah, pengusaha dan orang yang berlebihan,”pinta Herman.

Pembagian sembako dilaksanakan selama beberapa hari dengan mendatangi rumah warga dan menyerahkan sembako, dan berharap bantuan tersebut bisa mengurangi beban ekonomi warga yang penghasilannya pas pasan. (humas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *