Pantau UNBK Tingkat SMA, Komisi C Temukan Keterbatasan Komputer

Anggota DPRD Mimika dari Komisi C saat bertemu dengan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Mimika dan guru serta panitia UNBK, Rabu (3/4)/ Foto : Humas

TIMIKA

Pada hari Rabu (3/4) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Mimika melalui Komisi C memantau langsung ke beberapa sekolah tingkat Menengah di kabupaten Mimika yang sedang melaksanakan Ujian Nasional Brbasis Komputer (UNBK).

Komisi C DPRD Mimika yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi C, Hadi Wiyono,SE bersama anggota lainnya seperti, H.Muhammad Asrie,SE, Sonny M Kaparang, Yohanis Wantik, Yohanis Tsunme dan Thadeus Kwalik mengunjungi SMA Negeri 1 Timika yang terletak di Jalan Yos Sudarso dan diterima oleh Kepala Sekolah Soro Batusau dan sejumlah guru dan panitia UNBK.

Rombongan anggota Komisi C mengecek dan melihat secara langsung pelaksanaan UNBK di beberapa ruang di SMA Negeri 1 Timika.

Dari pengakuan kepala Sekolah Soro Batusau bawah keterbatasan komputer masih menjadi kendala utama pelaksanaan UNBK di semua jenjang pendidikan, terutama di tingkat SMA  termasuk di SMA Negeri 1 Timika.

Anggota DPRD Mimika Komisi C foto bersama dengan kepala Sekolah dan Guru SMA Negeri 1 Timika/ Foto : Humas

Wakil ketua Komisi C, Hadi Wiyono Hadi, usai monitoring Komisi C DPRD ke SMA Negeri 1 Mimika di Timika, Rabu (3/4) mengatakan, DPRD Mimika terus mendorong agar semua sekolah penyelenggara UN di Mimika berbasis komputer (UNBK).

“Hanya saja memang ada sekolah yang belum mampu menyelenggarakan UNBK karena belum memiliki komputer dan itu yang menjadi faktor utama,” ujarnya.

Bahkan, kata Hadi, sekolah penyelenggara UNBK di Mimika, baik SMA maupun SMK, harus menggelar ujian dalam dua bahkan tiga sesi karena keterbatasan komputer, seperti yang terjadi di SMA Negeri 1 yang menjadi salah satu sekolah rujukan berstandar nasional.

Untuk menjawab persoalan keterbatasan sarana komputer tersebut, Komisi C DPRD Mimika mendesak Pemprov Papua dalam hal ini Dinas Pendidikan Provinsi Papua agar segera membentuk unit pelaksana teknis daerah (UPTD).

Sejak kewenangan SMA dan SMK diambil alih Dinas Pendidikan provinsi, secara khusus di Mimika sejak Januari 2018, belum dibentuknya UPTD sebagai perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi. “Kami akan dorong agar UPTD segera dibentuk di Mimika terkait urusan SMA dan SMK.

Sementara anggota Komisi C lainnya, Thadeus Kwalik mengatakan bahwa berdasarkan hasil laporan pelaksanaan UNBK maupun UNKP di Mimika pada hari pertama berjalan aman dan lancar.

“Kami berharap seluruh pelaksanaan UNBK di Timika tingkat SMA bisa berjalan dengan baik serta menghasilkan lulusan yang terbaik nantinya,”harap Thadeus.

Sebagaimana diketahui bahwa ujian nasional tingkat SMA di Mimika tahun 2019 diikuti sebanyak 1.201 peserta tersebar pada 19 SMA. Sebanyak 12 SMA di Mimika menyelenggarakan UNBK dengan sistem daring, sedangkan tujuh sekolah masih melaksanakan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP). (humas)

 

Berita Umum