Pantau Harga Sembako, Ketua Dan Anggota DPRD Mimika Sidak ke Pasar Sentral

Ketua DPRD Mimika, Robby K Omaleng, didampingi beberapa anggota DPRD Mimika saat menggelar Jumpa Pers di Hotel Mozzat, Rabu (25/3)/Foto : Istimewa

 

TIMIKA

Memastikan agar harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) selama masa merebaknya kasus penyebaran Virus Covid 19 atau Corona di kabupaten Mimika, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Mimika, Robby Kamaniel Omaleng dan tiga anggota lainnya masing-masing, Daud Bunga, Reddy Wijaya, Rizal Pata’dan dan Herman Gafur melakukan Inpeksi Mendadak (Sidak) ke Pasar Sentral Timika, di Jalan Hasanudin, Rabu (25/3) siang.

Saat mendatangi pasar, mereka menemui sejumlah bahan pokok makanan mengalami kenaikan yang signifikan. Kenaikan ini dinilai melebihi harga pasar sesungguhnya.

Ketua DPRD Mimika Robby Kamaniel Omaleng, didampingi sejumlah anggota DPRD Mimika dalam jumpa persnya di Hotel grand Mozza, Rabu (25/3/20),  mengakui telah turun langsung ke pasar dan mengecek beberapa bahan pokok ternyata benar ditemukan harga telur lokal hingga Rp 150 ribu per krak.

Menurutnya, harga pasar sengaja dimainkan oleh beberapa oknum pedagang saat moment tertentu, terbukti ada beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan salah satunya harga telur dari harga normal Rp 50 Ribu kini naik  mencapai harga hingga Rp 150 ribu.

”Penjual mengaku distributor yang menaikan duluan harga telur, dengan mencari keuntungan seperti ini kami (dewan) akan berkoordiansi dengan instasni teknis,” ujar Robby.

Dengan kenaikan haraga telur mencapai dua kali lipat ini dewan menilai sudah tidak wajar, sehingga akan memanggil distributor bersama dengan instansi terkait untuk duduk bersama, jangan meresahkan masyarakat yang saat ini menghadapai wabah virus corona saat ini.

“Telur yang biasa 50 ribu naik sampai 125 ribu. Ini sangat keterlaluan. Cabe, tomat, dan lain-lain juga demikian. Jahe juga sangat mahal harganya,” ungkapnya kepada BeritaMimika.

Ternyata, harga telur mahal bukan disebabkan oleh pedangang yang berjualan di pasar namun oleh distributor dan agen yang menitipkan barang mereka di pasar.

“Distributor dan agen yang titip disitu. Ternyata mereka mencari keuntungan yang besar dalam situasi seperti ini. Ini tidak masuk akal karena ini telur lokal, bukan dari luar daerah,” ungkapnya.

Untuk menyikapi keadaan ini, DPRD akan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah agar melalui instansi terkait segera menyikapi keadaan ini.

“Kami akan suruh untuk dinas teknis panggil mereka. Jangan anda mencari keuntungan yang serakah dalam kondisi kemanusiaan seperti saat ini. Eksekutif harus ambil langka cabut izin mereka. Kita juga harap kepada semua pedagang agar memperhatikan situasi nasional saat ini, terutama di Mimika, termasuk toko-toko dan suparemarket. Jangan main harga,” tegasnya.

Sementara itu, Daud Bunga berharapa kepada pedagang untuk mendukung himbauan yang dikeluarkan oleh pemerintah dan itu juga didukung oleh seluruh lapisan masyarakat, ini malah ada kenaikan bahan pokok yang dinilai tidak wajar.

Maka di himbau kepada masyarakat untuk tidak mencari keuntungan ditengah situasi saat ini yang mana kenaikan yang sangat luar biasa pada di bahan makanan telur, jahe, bawang , tomat.

“Harus ada proteksi secepatnya dari dinas terkait,” ujarnya.

Selanjutnya anggota dewan akan mengunjungi toko dan supermarket bersama dengan dinas terkait, Jangan sampai bahan pokok melonjak sehingga bagaimana menyelamatkan nyawa manusia namun dengan situasi ini menfaatkan oleh oknum pedagang untuk mencari keuntungan sehingga akan di tindak tegas.

“Masyarakat tidak perlu panik yang berlebihan karena pemerintah sudah menjamin pokok untuk 3 hingga 4 bulan kedepan amsih aman. Ketersediaan bahan pokok untuk empat bulan kedepan di kabupaten Mimika masih aman sehingga masyarakat jangan khawatir,” jeasnya. (humas)

Berita Umum