Momen Hari Buruh, Dewan Menilai Pekerja Adalah Aset Daerah

  Ketua Fraksi AHR, Yohanis Wantik / foto : humas

 TIMIKA

Momen peringati Hari Buruh yang jatuh setiap tanggal 1 Mei 2018  Selasa (1/5) ini kalangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Mimika mengajak pemerintah untuk lebih memperhatikan nasib buruh (pekerja) yang merupakan aset bagi daerah.

“Mereka Buruh atau pekerja itu telah memberikan sumbangsih dan kontribusi bagi daerah ini. Salah satunya adalah dari upah yang mereka terima tentunya ada pajak yang dibayarkan perusahaan kepada daerah. Dari pajak penghasilan mereka jelas menambah Pendapatan Asli Daerah sehingga mereka wajib dilindungi. Mereka itu aset jadi jangan di sia-siakan,”tegas Ketua Fraksi Amanat Hati Rakyat DPRD Kabupaten Mimika, Yohanis Wantik i di ruang kerjanya, di kantor DPRD Mimika, Jalan Cendrawasih SP 2, Rabu (2/5).

Jumlah buruh di Timika saat ini menurut Wantik, sangat banyak dan telah memberikan andil bagi kemajuan daerah ini sehingga pemerintah khususnya instansi teknis harus selalu memberikan perlindungan terutama soal pengupahan dan advokasi.

“Mereka buruh begitu nyata untuk kelangsungan daerah ini sehingga mereka wajib untuk mendapatkan perlindungan. Upah dari mereka harus memenuhi standar ketentuan Upah Minimum Propinsi yang kini mencapai Rp 2.895.650. Karena fakta di lapangan masih ada pengusaha yang membayar upah buruh sebesar Rp 1,5 juta. Ini yang harus diawasi oleh pemerintah,”katanya.

Wantik mengakui, memang kondisi di Timika masih banyak perusahaan yang hasil keuntungannya masih sangat rendah, karena itu harus dilakukan pendataan oleh dinas tehnis , sehingga pengupahan selamanya tidak memberatkan pengusaha.

“Pemerintah dalam hal ini dinas tehnis harus mendata dan melakukan pengecekan di lapangan sehingga pengusaha juga tidak diberatkan. Idealnya memang upah harus sesuai standar tapi karena pengusaha juga memiliki hitung-hitungan dalam memberikan upah.Perusahaan tentunya menyesuaikan upah dengan keuntungan yang diperoleh setiap bulan,”ungkap Wantik.

Selama ini, ia mengakui pemerintah dalam hal dinas tehnis masih belum maksimal dalam memberikan perlindungan kepada buruh ketika terjadi masalah dengan pengusaha.

“Kedepan, melalui momen peringatan hari Buruh ini berharap pemerintah harus benar-benar jeli dan memperjuangkan kepentingan buruh.Mereka jelas-jelas telah berkontribusi bagi daerah dalam mendukung pembangunan di Mimika. Jangan sepelakan mereka, mereka itu aset daerah ,”tegasnya. (humas)

Berita Dewan