Kunker ke Distrik Miru dan Wania, Fraksi Mimika Bangkit Samakan Pokir

Anggota DPRD Mimika Dari Fraksi Mimika Bangkit, Leornardus Kocu (Ketua) dan anggota fraksi lainnya, Luther Wakerkwa, Marthinus Walilo dan Semuel Bunai saat bertatap muka dengan Kadistrik Mimika Baru, Ananias Faot,Selasa (11/2)/Foto : Humas

TIMIKA

Melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Distrik dua distrik pada, Selasa (11/2) yaitu distrik Mimika Baru dan Distrik Wania bermaksud ingin menyamakan Pokok Pikiran (Pokir) dari DPRD Mimika khususnya dari Fraksi Mimika Bangkit dengan yang diusulkan di dua distrik yang ada.

Anggota DPRD Mimika dari Fraksi Mimika Bangkit yang datang berkoordinasi dengan pemerintah Distrik Mimika Baru dan Distrik Wania diantaranya,  Leornardus Kocu sebagai Ketua Fraksi, Marthinus Walilo, Luther Wakerkwa dan Semuel Bunai.

Rombongan Fraksi Mimika Bangkit sebelum ke Distrik Wania, terlebih dahulu melakukan tatap muka dengan Kepala Distrik Mimika Baru, Ananias Faot,  diruang kerjanya.

Setelah melakukan tatap muka dengan Kadistrik Mimika Baru, rombongan Fraksi Mimika Bangkit selanjutnya menuju ke kantor Distrik Wania yang berada di kelurahan Wonosari Jaya SP 4.

Usai mengunjungi dua distrik tersebut, Ketua Fraksi Mimika Bangkit, Leonardus Kocu kepada wartawan di kantor DPRD Mimika mengakui  bahwa kunjungan kerja itu sebagai koordinasi agar menyamakan pokok pikiran (Pokir) yang diajukan dewan, sehingga tidak menjadi tumpang tindih dengan program yang diajukan di tingkat pemerintah Distrik.

Atas kunjungan itu, ada beberapa keluhan dari distrik Miru dan Wania dan akan menjadi bahan diskusi kusus di DPRD.

“ Contohnya, untuk di distrik Miru ada beberapa hal yang menjadi fokus di 11 Kelurahan dan dua kampung. Untuk kampung Nayaro sampai saat ini masih menjadi problem, karena jauh dari jangkauan kota. Ada juga persoalan pengelolaan dana desa yang masih bermasalah selama tiga tahun terakhir,” tegas Leonardus Kocu , Selasa (11/2/2020).

Ia menambahkan, selain terkait tanggungjawab pengelolaan anggaran di tingkat distrik yang ternyata masih minim, yaitu hanya berkisar Rp 300 sampai 500 juta. Anggaran itu tentunya tidak cukup untuk operasional di tingkat distrik, khususnya distrik dalam wilayah kota.

“Karena itu, upaya kita adalah bagaimana caranya Pemkab menambah anggaran ke tingkat distrik,” katanya.

Dirinya berharak ke depannya agar seluruh OPD yang mempunyai biaya operasional di tingkat distrik harus bisa sharing anggaran ke tingkat distrik tanpa harus dikelolah di tingkat OPD saja. Sebab, anggaran itu merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat di tingkat distrik dan kampung.

“Kalau bicara soal sumber daya  di eksekutif kita sangat luar biasa. Soalnya APBD kita besar, tapi masih banyak kelemahan karena kurangnya koordinasi, makanya menjadi  kurang baik,” jelasnya.

Kepala Distrik (Kadistrik) Mimika Baru (Miru),kabupaten Mimika, Papua, Ananias Faot beri apresiasi kepada Fraksi Mimika Bangkit (F-MB) yang melakukan pertemuan dengannya guna berkoordinasi dan sekaligus sinkronisasi tentang Pokok Pikiran (Pokir) dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Mimika yang akan diusulkan pada kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Daerah Kabupaten Mimika.

“Kami apresiasi dan berterima kasih kepada Fraksi Mimika Bangkit DPRD Mimika mau datang dan bertemu kami Distrik Miru untuk sinkronkan Pokir mereka, ini sangat baik karena sebelum sebelumnya tidak pernah dilakukan. Hal ini penting agar usulan dan program yang diusulkan dari masyarakat melalui Distrik dapat dicocokkan dengan Pokir Dewan sebelum di masukkan ke Musrenbang, “ungkap Kadistrik Miru, Ananias Faot kepada wartawan, usai menerima kunjungan dari anggota DPRD Mimika dari Fraksi Mimika Bangkit, Selasa (11/2) siang.

Ananias berharap semoga usulan program melalui Distrik dapat dicocokkan dan sekaligus dapat dikawal oleh Dewan untuk bisa diakomodir dalam program pemerintah melalui pembahasan Musrenbang nantinya.

“Dewan tentunya punya Pokir yang berasal dari warga yang berada di dalilnya dan bisa melihat apa yang menjadi usulan dan kebutuhan warga masyarakat melalui pemerintah distrik, kelurahan, dan kampung yang dari distrik Mimika Baru. Hal ini sangat positif untuk bisa disinkronkan sebelum diserahkan ke Musrenbang,”aku Ananias.

Lebih lanjut kata Ananias, bahwa poin Pokir dari Dewan yang akan diusulkan berdasarkan daerah pemilihan lebih fokus ke usulan program infrastruktur dan pembangunan fisik.

“Pokir bapa Dewan sangat baik karena langsung menyentuh masyarakat, salah satu contoh pembangunan jalan, jembatan bangunan ruang sekolah dan pagar sekolah. Kami berharap agar pengalaman seperti sebelumnya,  agar yang diusulkan dari Distrik melalui OPD diakomodir tapi dalam pelaksanaannya pemerintahan  Distrik tidak pernah sampai ke kami. Ini yang sangat kami harapkan dari Dewan untuk kawal hal ini dan bisa kami ketahui apa yang menjadi usulan dari Distrik, ” harapnya. (humas)

 

Berita Umum