KPUD Mimika Loloskan Empat Paslon Bupati-Wabup

Suasana Pleno Terbuka Penetapan Paslon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mimika yang digelar di Hotel Grand Alison, Sentani Jayapura pada Minggu (18/2).

TIMIKAKomisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabuapten Mimika memastikan dari tujuh Bakal Pasangan Calon (BAPASLON) hanya ada empat Pasangan Calon (Paslon) yang dipastikan Memenuhi Syarat (MS) untuk bisa lanjut sebagai kontestan atau peserta pada Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Mimika Periode 2018-2023 mendatang.

Keputusan ini terungkap pada pelaksanaan Rapat Pleno Terbuka Penetapan Paslon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mimika yang digelar di Hotel Grand Alison, Sentani Jayapura pada Minggu (18/2) dinihari sekitar pukul 05.30 WIT.

Keempat pasangan yang dinyatakan lolos semuanya dari Paslon melalui jalur Perseorangan masing-masing, Paslon Drs Petrus Yanwarin – Alpius Edoway  dengan (PETRALED) memperoleh dukungan  23.890, Hans Magal, S.P – Abdul Muis,ST,MM (HAM) memperoleh dukungan 26.437, Robert Waoropea,SH – Albert Bolang,SH,MH (RnB) memperoleh dukungan 23.091  dan Wilhelmus Pigai – Athanasius Allo Rafra,SH,M.SI (MUSA) dukungan 41.118.

Dua paslon dari jalur perseorangan yang juga dinyatakan tidak memenuhi syarat yaitu, Paslon Maria Florida Kotorok,SE,MH,Kes- Yustus Way,S,Sos (MARIUS) memperoleh dukungan 21.901 dan paslon Philipus B Wakerkwa,SE,M,si – H.Barsi (Philbas) memperoleh dukungan 10.791. Dua paslon tersebut tidak memenuhi ambang batas dukungan yang disyaratkan yaitu jumlah dukungan 22.273.

Sementara, satu-satunya Pasangan Calon yang maju melalui jalur Partai Politik (Parpol) Eltinus Omaleng,SE,MH dan Johannes Rettob,S.Sos,MH juga dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).Keempat Paslon yang dinyatakan Memenuhi Syarat (MS) tertuang dalam Berita Acara Penetapan nomor : 17/PL.03.3-BA/9109/KPU-Kab/II/2018 tertanggal 18 Februari 2018

Informasi yang dihimpun Harian Papua, KPU menyatakan Paslon Omtob tidak memenuhi syarat terkait syarat ijasah. Atas putusan tersebut pihak Koalisi  OMTOB  menyatakan keberatan dan akan menempuh jalur hukum.Saksi dari Koalisi OMTOB yang dinyatakan tidak memenuhi syarat langsung melakukan protes dan mempertanyakan apa yang menjadi dasar sehingga paslonya di dinyatakan tidak memenuhi syarat.Koalisi OMTOB dengan tegas menolak hasil pleno begitu juga dari dua paslon perseorangan Marid Florida Kotorok – Yustus Way (MariUs) dan Philipus B Wakerkwa (Philbas).Ketiga pasangan tersebut akan melakukan upaya hukum.

Adanya penolakn dari tiga Paslon tersebut, pihak KPUD mempersilahkan kepada Paslon yang merasa keberatan hasil penetapan dan dapat mengisi form keberatan dan bisa menempuh jalur hukum.

Sejak awal jalannya rapat pleno yang sempat diskor setelah pengumuman dari Paslon Perseorangan sejak pukul 02.00 WIT berlangsung alot dan terjadi interupsi dari tujuh paslon.Dalam pleno dinihari kemarin,terjadi tarik ulur antara Tim Koalisi Omtob dan Komisioner KPUD Mimika.Pleno baru berakhir sekitar pukul 05.30 WIT.

Pada rapat pleno terbuka penetapan Paslon dihadiri lima komisioner KPUD Mimika, yakni Ketua KPUD Mimika Theodora Ocepina Magal,S.KM, Divisi Hukum Alfrets Petupetu,SE Divisi Teknis Derek Mote,ST Divisi SDM dan sosialisasi Yoel Louis Rumaikewi,S.Sos dan Divisi Keuangan Reinhard Gobay,S,Sos.Dalam rapat pleno tersebut tampak hadir Wakil Bupati Mimika, Yohanes Bassang,SE,MM dan Kapolres Jayapura, AKBP Viktor Mackbon.

Rapat Pleno penetapan yang sedianya dilaksanakan pada Kamis (17/2) mengalami beberapa kali penundaan, yang sedianya akan dimulai pukul 13.00 WIT sempat tertunda hingga pukul 16.00 WIT.Rapat pleno berakhir sekitar pukul 06.00 WIT yang ditandai dengan penandatanganan berita acara hasil penetapan.

OMTOB Dan Dua Paslon Perorangan Menolak Hasil Pleno

Koalisi OMTOB yang mengusung Bupati patahana, Eltinus Omaleng – Johannes Rettob yang didukung 12 Parpol diantaranya, Golkar, PDIP, Nasdem, Demokrat, PBB, PKB, Hanura, PKPI, PAN, PPP, PKS dan Perindo bersama dua paslon lainnya,Maria Florida Kotorok-Yustus Way (MARIUS) dan Philipus Waker – H.Basri (Philbas) keberatan dan menolak hasil penetapan yang dilakukan oleh KPUD Mimika.

Ketiga paslon ini mempunyai alasan dan argumen yang berbeda.Paslon MARIUS melalui calon Bupati Maria Florida Kotorok mengakui kalau KPUD Mimika dalam melakukan verifikasi faktual lapangan dengan dua cara yang berbeda.Selain itu, menurut Maria KPUD telah melakukan kesalahan dengan dengan data yang berbeda dari data faktual yang sudah sah pada pleno rekapitulasi dan berbeda dengan data di Silon.

Untuk paslon Philbas yang menyampaikan keberatan oleh Philipus B Wakerkwa kepada KPUD mempertanyakan KPUD Mimikah telah melakukan kesalahan dengan salah menyerahkan sebaran dilokasi yang harusnya menjadi basisnya.Selain itu, Philipus juga mempertanyakan SK bagi PPD dan PPS yang melakukan verfikasi faktual.”Kalau PPD dan PPS tidak mempunyai SK maka pleno hari ini semua tidak sah dan batal demi hukum,”tegasnya,”tegasnya.

Sementara Koalisi OMTOB, melalui saksinya Daniel dan Herman memprotes KPUD Mimika yang menggugurkan calonnya yang tidak mendasar.Mereka secara tegas keberatan dan menolak hasil pleno penetapan.Pihak OMTOB juga melakukan upaya hukum dengan melaporkan ke Panwas dan DKPP serta akan mendaftarkan ke PTUN.

Ketua dan Komisioner KPUD Mimika yang berusaha mengkonfirmasikan terkait hasil pleno dan keberatan dari tiga paslon sampai berita ini terbit tidak berhasil dihubungi karena nomor HP yang dihubungi semua sibuk atau diluar jangkauan. (humas)

 

 

Berita Umum