Ketua Komisi A Saleh Alhamid Kecam Penembakan Warga Suku Kamoro

Ketua Komisi A DPRD Mimika, Saleh Alhamid saat berbincang dengan suami korban Titus Onamariyuta di kantor DPRD Mimika, Minggu (4/2) sore./ foto : istimewa

TIMIKA

Ketua Komisi A DPRD Mimika, Saleh Alhamid mengecam aksi brutal oknum anggota Brimob yang sedang bertugas di area Cargo Dock Kampung Amamapare,Distrik Mimika Timur Jauh, Sabtu (3/2) malam lalu.

Saleh menilai tewasnya Imakulata Emakeparo (55) yang merupakan warga Suku Kamoro yang berasal dari Pulau Karaka Kampung Amamapare Distrik Mimika Timur Jauh, Kabupaten Mimika, Papua, yang diduga kuat tewas terkena proyektil peluru aparat kepolisian di Cargo Dock Kampung Amamapare,pada, Sabtu (3/2) malam tergolong pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat.

Hal tersebut ditegaskan Ketua Komisi A,Saleh Alhamid kepada Harian Papua saat mendampingi keluarga korban Imakulata Emakeparo saat jenasahnya di semayamkan di kantor DPRD Mimika, Minggu (4/2).

“Dari ceritra pilu yang disampaikan oleh suami korban maka dapat disimpulkan bahwa telah terjadi pelanggaran HAM berat, dimana ada pembiaran dari aparat keamanan terhadap orang yang meminta pertolongan. Apalagi orang yang meminta pertolongan tersebut dalam keadaan kedua tangannya terborgol dan berada dalam laut. Terlepas bahwa pelaku diduga melakukan pencurian itu tentu harus di buktikan,”tegasnya.

Saleh mengaku tidak mengerti dengan oknum aparat yang mengeluarkan tembakan dikerumunan warga dalam kondisi malam hari.

“Saya pribadi  tidak mengerti dengan oknum aparat keamanan yang membuang tembakan secara membabi buta apalagi di malam hari. Kita akan mengundang Kapolres untuk RDP terkait masalah ini. Apalagi jenazah justru di bawa ke kantor DPRD,”jelas politisi Partai Hanura ini.

Menurut dia, kedatangan jenasah dan pihak keluarga serta keluarga besar Suku Kamoro ke DPRD bertujuan agar dewan membantu menyelesaikan masalah.

“Ini artinya bahwa masyarakat ingin agar DPRD ikut membantu menyelesaikan masalah ini. Kepada pimpinan TNI/Polri yang bertugas di areal PT Freeport di harapkan agar bertindak tegas terhadap oknum pelaku penembakan agar suasana tidak semakin memanas. Kepada pihak korban mari kita serahkan semua kepada Tuhan kiranya korban dapat di makamkan dengan baik agar arwahnya bisa di terima di sisi Tuhan,”pinta Saleh.

Lebih lanjut kata Saleh, pihak DPRD Mimika akan segera mengundang Kapolres dan pihak terkait untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat.

“Kita akan mengundang Kapolres untuk RDP terkait masalah ini. Apalagi jenazah justru di bawa ke kantor DPRD. Ini artinya bahwa masyarakat ingin agar DPRD ikut membantu menyelesaikan masalah ini,”akunya.

Imakulata Emakeparo meninggal diduga kuat terkena proyektil peluru aparat kepolisian yang bertugas di area Cargo Dock mili PT Freeport Indonesia. Berawal dari adanya dugaan ada tiga warga dari pulau Karaka yang hendak memasuki area lokasi konsentrat milik PT FI pada, Sabtu (3/2) malam.Salah satu warga berinisial RN yang hendak diinterogasi aparata melompat ke laut dan warga marah dan menghalau aparat sehingga terjadi keributan. Karena situasi tidak terkendali aparat berusaha mengeluarkan tembakan peringatan untuk membubarkan masa, dan saat itulah di duga ada warga yang terkena proyekti peluru adalah Imakulata Emakeparo.

Warga yang tidak terima dengan kejadian tersebut membawa jenasah Imakulata ke kantor DPRD Mimika.Selain membawa jenasah, warga juga memblokade jalan depan kantor DPRD untuk menuntut pertanggungjawaban aparat keamanan. (humas)

Berita Dewan