Website Resmi DPRD Mimika

Ketua Komisi B : Dinas Perikanan Segera Fungsikan Cold Stored

Ketua Komisi B DPRD Mimika, Yohanis Felix Helyanan,SE/Foto : Dok Humas

 Timika

Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mimika, Yohanis Felix Helyanan,SE mendesak kepada Dinas Perikanan Kabupaten Mimika untuk segera fungsikan fasilitas penampungan hasil tangkapan (Cold Stored) yang dikelola oleh PT Perikanan Nusantara (Perinus) yang berada di Pusat Pendaratan Ikatan (PPI) di Poumako, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua.

“Mereka saat ini kesulitan untuk memasarkan hasil tangkapan seperti udang, ikan dan sebagainya mereka bingung hasil tangkapan mereka mau dibawa kemana,”  tegas Yohanis Felix Helyanan di kantor DPRD Mimika, Senin (11/11).

Yohanis yang akrab disapa Jhon Thie mengakui beberapa waktu lalu Dinas Perikanan, dan PT Perinus telah melakukan penandatanganan kerjasama untuk mengelola cold stored yang berlokasi di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Pomako agar bisa menampung hasil laut dari masyarakat khususnya nelayan, namun karena belum beroperasi.

Dirinya meminta kerjasama dari pihak PT Perinus segera dilakukan sesuai kesepakatan bersama dengan Pemkab Mimika namun belum juga beroperasi.

“Sekarang saat ini lagi musim udang dan ikan, kasihan masyarakat ini rugi,” terangnya.

Dinas Perikanan kata Jhon Thie harus secepatnya memberikan solusi kepada masyarakat apabila pihak PT Perinus belum siap untuk mengelola cold stored.

Ia menyayangkan pengelolaan cold storied belum berjalan namun setiap tahunnya pemerintah menganggarkan untuk pengadaan alat tangkap ikan, motor tempel dan beberapa alat tangkap ikan lainnya, kalau tidak ada tempat penampung ikan.

“Jangan setiap tahun kita sediakan alat tangkap, terus setelah mereka menjalankan aktifitas mereka dan mendatangkan hasil kita tidak memberikan market yang baik untuk mereka,” tuturnya.

Oleh sebab itu DPRD Mimika mendesak kepada dinas perikanan untuk segera fungsikan Cold Stored agar hasil tangkapan nelayan bisa ditampung, kondisi yang terjadi saat ini lantaran tidak ada penampung ikan membuat masyarakat memilih menjual ikannya dipinggir jalan agar laku terjual. (humas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *