Kerusakan Lingkungan di Pronggo, Komisi B DPRD Mimika Bentuk Tim Investigasi

Dua unit eks kapal pasir besi milik PT Megantara Universal yang karam depan kampung Pronggo distrik Mimika Barat Tengah. Rongsokan kapal ini dibiarkan oleh PT MU yang mengakibatkan kerusakan lingkungan/ foto : humas

TIMIKA

Terkait kasus yang kini lagi hangat soal adanya kerusakan lingkungan di Kampung Pronggo, distrik Mimika Barat Tengah pasca hengkangnya PT Megantara Universal yang mengelola pasir besir, Komisi B DPRD Mimika akan segera berkoordinasi dengan Kementrian Lingkungan Hidup dan akan segera membentuk tim investigasi.

“Kasus kerusakan lingkungan hiud yang terjadi di Kampung Pronggo oleh PT Megantara Universal merupakan kasus serius dan dewan akan terus mengusut kasus ini. Kerusakan kampung Pronggo dan penderitaan masyarakat sangat disayangkan. Teman dewan yang beberapa waktu lalu berkunjung kesana sudah memiliki data dan temuan dilapangan itu komisi B akan sangat serius dengan hal ini,”tegas Ketua Komisi B, Yohanis Felix Helyanan,SE, Rabu (30/5).

Ketua Komisi B yang disapa Jhon Thie ini mengakui kondisi yang kini dirasakan langsung oleh masyarakat Pronggo saat ini sangat menyedihkan, karena setelah sumber daya alamnya dikerok dan diambil namun tidak ada kontribusi berarti bagi warga Pronggo.

“Kami Komisi B sudah melakukan rapat internal menyikapi temuan di Pronggo dan akan segera mendesak pimpinan DPRD untuk segera mementuk tim dan dalam waktu dekat akan menemui Kementrian Lingkungan Hidup di Jakarta. Kasus Pronggo harus ada yang bertanggungjawab tidak boleh ada yang cuci tangan. Semua pihak-pihak yang terkait yang punya kepentingan hingga beroperasinya PT MU harus bertanggungjawab atas kerusakan yang terjadi di Pronggo,”tegasnya.

Menurut Jhon Thie, sudah mendapatkan laporan dari anggota Komisi B yang beberapa waktu lalu ke Pronggo dan hasil temuan tersebut sedang kita bahas dan langkah-langkah yang akan diambil untuk mencari siapa dalang beroperasi perusahaan tersebut yang ujungnya hanya menyengsarakan masyarakat dan alam.

“Hal ini tidak bisa dibiarkan, karena seenaknya saja orang dari luar datang mengambil kekayaan alam dan setelah mendapatkan hasil pergi meninggalkan kerusakan alam, seperti terjadi pendangkalan di sungai akibat kapal dan alat-alat operasional serta terjadi kubangan besar eks penyedotan pasir besi,”katanya.

Kata dia, Komisi B akan mengawal kasus ini hingga harus ada yang bertanggungjawab akibat kerusakan lingkungan yang terjadi di Pronggo.

“Komisi B melalui tim investigasi yang akan dibentuk akan kembali meninjau ke kampung Pronggo untuk lebih memperdalam dan mengumpulkan data-data lainnya serta bertemu langsung dengan masyarakat kampung Pronggo,”ungkap.

Sebelumnya dua anggota DPRD Mimika dari Dapil V, Muhammad Nurman S Karupukaro dan Eliezer Ohee saat reses ke Kampung Pronggo menemukan kerusakan lingkungan yang sangat parah, diantaranya terjadi pendangkalan di muara dan didepan Kampung Pronggo dimana puluhan kapal ukuran raksasa karam dan ratusan peralatan alat berat yang ditinggal oleh PT Megantara Universal yang diduga kuat mengambil emas murni dengan berkedok pasir besi. Puluhan hektar tanah kosong dengan bentuk kubangan mengelili seluruh kampung dari mulut muara hingga ratusan kilometer ke arah kampung bagian atas. (humas)

Berita Umum