Website Resmi DPRD Mimika

Kelompok I Satgas Covid-19 DPRD Mimika Kunjungi RSUD Mimika

Kelompok I Satuan Tugas (Satgas) Penanganan dan Kepedulian Covid-19 DPRD Mimika, Senin (11/5) mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika terkait Percepatan dan Penanganan Covid-19 di kabupaten Mimika./FOTO HUMAS

TIMIKA

Kelompok I Satuan Tugas (Satgas) Penanganan dan Kepedulian Covid-19 DPRD Mimika, Senin (11/5) mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika terkait Percepatan dan Penanganan Covid-19 di kabupaten Mimika.

Hadir dalam kegiatan monitoring dari kelompok 1 Satgas Covid-19 DPRD Mimika dipimpina langsung oleh Koordinator Kelompok,  Herman Gafur, SE, Den Hagabal, Mariunus Tandiseno, Anthon Palli, Amandus Gwijangge, Luter Wakerkwa, Tanzil Azharie, Merry Pongutan.

Tim Satgas DPRD Mimika disambut dan diterima oleh Direktur RSUD Mimika, dr. Antonius Pasulu dan beberapa pejabat dan staff RSUD Mimika.

Koordinator Tim 1 Satgas Covid-19 DPRD Mimika Herman Gafur, SE memberi apresiasi kepada pihak RSUD Mimika yang telah mempersiapkan sekaligus melakukan pemetaan baik terhadap tenaga medis, infrastruktur penunjang serta antisipasi penanganan pasien Covid-19 apabila mengalami peningkatan.

“Dari hasil diskusi dan masukkan dari Direktur, kami tim 1 memberikan apresiasi. Artinya sudah ada persiapan  dalam rangka Penanganan Covid,” kata Herman usia pertemuan dan monitoring kepada wartawan.

Ia menjelaskan, ada beberapa hal yang menjadi kebutuhan paling mendesak agar bisa disampaikan kepada Tim 1 Satgas Covid-19 DPRD Mimika sebagai catatan, diluar dari pangajuan kepada tim anggaran pemda Mimika, sehingga saat pembahasan anggaran perubahan nantinya, catatan-catatan tersebut yang harus diutamakan guna memaksimalkan fungsi RSUD Mimika.

“Tadi ternyata ada banyak hal yang menjadi catatan dan kami dari tim 1 berikan catatan bahwa semua hal yang menjadi kebutuhan paling mendesak dalam rangka memaksimalkan fungsi RSUD dan melalui tim ini supaya bisa sampaikan kepada tim anggaran daerah supaya yang diusulkan jangan dipangkas,” jelasnya.

Lanjutnya, kata Herman yang menjadi catatan penting, diantaranya, fasilitas pendukung ruang isolasi, tempat tidur dan fasilitas penunjang lainnya. Saat ini ruangan yang tersedia untuk menampung pasien Covid-19 sebanyak 31 ruangan, dari jumlah ruangan yang ada tentunya tidak bisa menampung pasien dalam jumlah banyak. Sedangkan disisi lain jumlah yang positif rapid test berjumlah 500 orang.

Direktur RSUD Mimika, dr. Antonius Pasulu dan koordinator Kelompok I Satgas DPRD Mimika, Herman Gafur,SE / FOTO :  HUMAS

Secara teori dari jumlah yang ada sebanyak 10% orang atau kurang lebih sebanyak 50 orang yang bisa dipastikan positif. menngantisipsi meningkatnya jumlah pasien sewaktu-waktu, pihak RSUD Mimika tentunya telah siap dalam menangani pasien Covid-19.

Sementara itu, Direktur RSUD Mimika dr. Antonius Pasulu mengatakan, RSUD Mimika telah mengambil langkah-langkah dalam Penanganan pasien Covid-19. Untuk menangani pasien covid, pihak RSUD telah membentuk tim dan membagi tugas sesuai tupoksi masing-masing. Untuk tenaga perawat akan di roling secara berkala sesuai kebutuhan.

“Jadi kita (tenaga medis) disini ada 180 tenaga perawat dan 31 bidan serta ada 15 dokter umum dan 19 dokter spesialis, serta 95 nakes lainnya. Semuanya bekerja dengan baik sesuai SOP pada masa pandemi, khusus di ruang isolasi perawat dan bidan akan di roling sesuai kebutuhan pelayanan,” kata Antonius Pasulu.

Sedangkan untuk fasilitas, saat ini pihaknya telah memyediakan kurang lebih 30-39 tempat tidur untuk menampung pasien pasien covid, dan rencananya akan ada penambahan 10 kamar lagi dengan kapasitas 20 tempat tidur khusus untuk ruangan isolasi tekanan negatif yang disediakan sesuai standar, sehingga total keseluruhan mencapai 60 tempat tidur.

“Pengerjaan ruang isolasi tambahan sedang berjalan, kami berharap dalam waktu dekat dapat rampung dan segera digunakan sehingga bisa menambah kapasitas tempat tidur ruang isolasi kami yang sudah ada, saat ini  kapasitas tempat tidur isolasi ada 39 tempat tidur,” jelasnya.

Dijelaskan Antonius, bahwa saat ini ada 500 orang yang dinyatakan positif rapid test, dan secara teori bisa saja 10% dari 500 orang atau 50 orang bisa dinyatakan positif PCR. Apabila hal tersebut benar terjadi tentunya banyak tempat yang harus disiapkan untuk menampung. Tapi akan kami verifikasi lagi dari 500 orng yang rapidnya positif untuk dilakukan swab dan selanjutnya diperiksa dengan PCR.

Saat ini ada beberapa tempat isolasi  yang disiapkan, seperti di Shelter : ada Wisma Atlet kapasitas 60- 70 tempat tidur, Mimika Sport Compleks (MSC) 60 an tempat tidur sehingga total kapasitas penampungan mencapai 120-130 tempat tidur, diluar MPCC yang saat ini juga sedang disiapkan oleh tim.

“Jika itu terjadi, tentu kita butuh tempat baik itu isolasi di RS atau di luar (shelter). Perlu kita pahami bahwa tidak semua pasien yang positif harus ke RS, ada beberapa pilihan dengan isolasi secara mandiri dan konsisten di rumah, ada isolasi di shelter (RS satelit) yang saat ini sedang berjalan. Dan saat ini ada penambahan 2 shelter lagi yaitu di MSC kapasitas sekitar 60-70 juga,jadi ditambah wisma atlet dengan kapasitas 60 tempat tidur saat ini ada 120-130 kapasitas tempat tidur untuk menampung dan ada juga MPCC yng sudah tahap persiapan, jadi beberapa alternatif pilihan yang bisa kita lakukan untuk tempat isolasi,” ungkapnya.

Sementara kondisi pasien yang ditangani di RSUD Mimika hingga saat ini kondisinya mulai membaik dan hanya 1 PDP berat yang saat ini dirawat dan kondisinya terus membaik.

“Sampai saat ini gejala yang dialami pasien yang terinfeksi covid ini minimal, kondisi pasien di ruang isolasi RSUD saat ini stabil, cuma ada 1 PDP berat yang sampai saat ini kami rawat  dan terus mengalami perbaikan begitupun yang dirawat atau diisolasi dishelter saat ini dalam kondisi baik kita berharap agar pasien yang sudah terkonfirmasi PCR positif kondisinya tidak sampai berat sehingga bisa ditangani hanya sampai RS satelit (shelter)diberikan obat dan sembuh kemudian bisa beraktivitas seperti biasa tidak sampai di RS,” katanya. (humas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *