Imakulata Emakeparo Tewas Tertembak Jenasah Disemayamkan Di Kantor DPRD Mimika

Ambulance –  Mobil ambulance yang membawa jenazah Imakulata Emakeparo saat keluar dari area gedung DPRD Mimika menuju RSMM untuk diotopsi, Senin (5/2).

Timika

Imakulata Emakeparo (55) tewas tertembak proyektil peluru aparat keamanan pada Sabtu (3/2) sekitar pukul 21.30 WIT di semayamkan di kantor DPRD Mimika di Jalan Cendrawasih SP 2.
Keterangan yang dihimpun menyebutkan, Imakulata Emakeparo tewas tertembak saat terjadi keributan di sekitar Pelabuhan Amamapare yang tak jauh dari permukiman warga Pulau Karaka, Sabtu (3/2) malam.

Kronologi kejadian berawal dari adanya dugaan tiga orang warga Pulau Karaka dilaporkan memasuki area pabrik pengeringan konsentrat milik PT Freeport Indonesia (FI). Petugas keamanan dari Satgas Brimob dan security PTFI pun melakukan pengejaran.

Saat itu aparat mengamankan salah seorang warga berinisial NR dan membawanya menggunakan speedboat ke pos security di Porsite, Amamapare, untuk diperiksa. Namun di tengah perjalanan, NR dengan tangan terborgol melompat dari speedboat lalu berteriak meminta tolong.
Warga yang mendengar teriakan itu secara spontan berusaha melindungi dan menghalau aparat dengan melempar batu, sehingga terjadi keributan. Sesaat kemudian terdengar bunyi letusan senjata api yang diduga dari anggota Satgas Brimob.

Kemudian warga dari Pulau Karaka melakukan aksi palang akses MP 26 – Cargo Dock di CP Cargo Dock, menyebabkan karyawan shift malam di Portsite-Cargo Dock bertahan di Portsite.
Selang beberapa jam kemudian tersiar kabar bahwa Imakulata Emakeparo mengalami luka cukup serius pada bagian kepala, diduga terkena proyektil peluru. Setelah berembuk, Kepala Kampung Amamapare bersama warganya membawa Imakulata Emakeparo dengan perahu ke Pomako, selanjutnya menuju RSMM Timika.

Sekitar pukul 13.45 WIT pihak keluarga dan warga Kamoro membawa jenazah korban dengan berjalan kaki dari RSMM menuju Kantor DPRD Mimika yang terletak di Jalan Cenderawasih. Jenazah korban pun disemayamkan di Kantor DPRD.

Kekecewaan keluarga dan warga Kamoro kemudian melampiaskan dengan membakar ban bekas dan memalang Jalan Cenderawasih depan Kantor DPRD Mimika. Akibatnya, arus lalulintas kendaraan dari Kota Timika ke Kelurahan Karang Senang SP3 dan Kota Kuala Kencana macet selama beberapa jam pada Minggu (4/2) siang sampai sore.

Kapolres Mimika AKBP Indra Hermawan dan puluhan aparat keamanan melakukan pengamanan di sekitar Kantor DPRD Mimika.

Salah seorang tokoh masyarakat Kamoro, Gregorius Okoare mengutuk keras pelaku penembakan atas warganya. Ia mengatakan penembakan itu tergolong perbuatan biadab. “Kami datang ke Kantor DPRD, karena ini adalah rumah kami. Harus ada solusi yang benar-benar berkeadilan khususnya bagi kami orang Kamoro sebagai pemilik negeri ini. Harus ada titik terang dan hadirkan pelakunya. Jangan paksa kami buka palang, sebelum semuanya dihadirkan biar terang,” tegasnya.

Gery menegaskan, persoalan tersebut harus dituntaskan. Ia meminta aparat kepolisian harus menyelidiki pelaku penembakan tersebut agar korban tidak meninggal sia-sia tanpa ada tindakan hukum terhadap pelaku.

Pantauan, nampak hadir Ketua Komisi A DPRD Mimika Saleh Alhamid,Wakil ketua I Yonas Magal, Yelinus Mom dan sejumlah anggota dewan lainnya yang berbincang dengan pihak keluarga korban.
Menurut Saleh, dari cerita pilu yang disampaikan suami korban bahwa telah terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat.

“Saya pribadi tidak mengerti dengan oknum aparat keamanan yang membuang tembakan secara membabi buta, apalagi di malam hari. Kita akan mengundang Kapolres untuk RDP (Rapat Dengar Pendapat) terkait masalah ini. Apalagi jenazah justru dibawa ke Kantor DPRD,” tegas Saleh Alhamid yang ditemui di Kantor DPRD Mimika, Minggu (4/2) sore.

Setelah disemayamkan di DPRD sejak Minggu (4/2), jenazah korban lalu dibawa ke kamar jenazah RSMM dengan pengawalan aparat Polres Mimika pada Senin (5/2) siang untuk diotopsi.
Keluarga almarhum dan masyarakat Kamoro kemudian membawa jenazah Imakulata Emapukaro ke Pulau Karaka sekitar pukul 18.30 WIT dan tiba di Balai Kampung Pulau Karaka sekitar pukul 21.30 WIT.

Sementara itu, Kapolres Mimika AKBP Indra Hermawan mengatakan, turut berduka cita atas peristiwa nahas yang mengakibatkan korban meninggal dunia. “Kami sudah terima aspirasi semua keluarga korban dan akan kami tindaklanjuti. Untuk anggota yang terlibat dalam kasus ini akan kami proses sesuai hukum yang berlaku,” kata Indra. (humas)

Berita Umum