Dua Terminal Bandara Moses Kilangin Timika Berbeda Fisiknya

Komisi C DPRD Mimika saat tinjau pengerjaan Terminal Bandara Moses Kilangin, Selasa (12/3). /Foto : Humas

Timika

Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mimika saat melakukan Kunjungan Kerja (Kunker)  ke Terminal Penumpang Baru  Bandara Moses Kilangin, pada Selasa (12/3) siang menemukaan satu masterpland pembangunan tapi pengerjaannya fisiknya berbeda.

Dari pantauan ,dalam kunjungan ini, komisi C tersebut menemukan pembangunan terminal penumpang Bandara yang didanai dari APBN dan APBD hasil fisiknya berbeda padahal seharusnya satu masterpland perencanaan awal.

Rombongan anggota DPRD Mimika dari Komisi C diantaranya, Ketua Komisi C, Yohanis Kibak, dan anggota masing-masing,Sony M Kaparang,SE ,  H,Muh Asri,SE, Elias Mirip, Yohanis Tsunme, dan anggota Komisi B, Hadi Wiyono,SE didampingi oleh Plt Kepala Dinas Perhubungan kabupaten Mimika, Yan Selamat Purba ST. Msi. dan sejumlah staff melihat secara dekat dua terminal yang dibangun berebda tersebut.

Komisi C DPRD Mimika saat tinjau pengerjaan Terminal Bandara Moses Kilangin, Selasa (12/3). /Foto : Humas

Dalam pembangunan terminal penumpang yang menggunakan dana dari APBN fisiknya berbeda dan ukuran dan model atap serta kanopinya berbeda dengan terminal penumpang yang di danai APBD Kabupaten Mimika.

Plt Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika, Yan Selamat Purba ST. Msi, kepada anggota DPRD mengatakan, pembangunan terminal penumpang bandara terbagi dua. Satu titik dengan menggunakan APBN dan satu titik lagi menggunakan APBD kabupaten Mimika. Pembangunan dengan menggunakan APBN masih bermasalah dengan pelepasan lahan sehingga terhenti sementara.

DPRD Mimika ketika meninjau Apron Bandara Moses Kilangin Timika, Selasa (12/3) / Foto : Humas

“Pembangunan terminal yang didanai APBD Mimika ini sebenarnya mengikuti perencaan awal yang didanai pusat, namun dalam perjalanannya berubah.Kami hanya ikut saja dengan perencanaan awal yang diberikan dan kami hany menyesuikan,”tegasnya.

Dalam kunker tersebut, beberapa kali anggota DPRD Mimika menanyakan soal adanya perbedaan pembangunan terminal yang berbeda padahal sesungguhnya harus sama.

“Kami juga bingung koq bisa satu perencanaan terminal lalu bisa berubah.Yang dari APBN terlihat ukurannya berbeda.Kita lihat saja, lebarnya dan atapnya sudah berbeda dengan terminal yang didanai APBD Mimika.Kita harus pikirkan bagaimana caranya agar sambungan terminal yang berbeda ukuran ini bisa nyambung.Coba nanti DPRD dan Dinas kita berkoordinasi dengan  kementrian Perhubungan Pusat,”tegas H Asri.

Anggota Komisi C lainnya, Sony Kaparang mengatakan, dengan adanya perbedaan pembangunan fisik terjadi perbedaan pembangunan yang tentunya berpengaruh terhadap besaran anggaran.

Komisi C DPRD Mimika saat tinjau pengerjaan Terminal Bandara Moses Kilangin, Selasa (12/3). /Foto : Humas

“Saya lihat pembangunan terminal dari APBN ini menyusut fisiknya sehingga anggarannya juga pasti turun.Ini yang akan kami koordinasikan dengan kementrian Perhubungan pusat.Koq, bisa satu perencanaan awal tapi fakta fisiknya berbeda,”tanya Sony.

Usai kunker, H. Muh. Asri Anjang kepada wartawan  mengatakan, bahwa pembangunan terminal penumpang yang didanai APBN berubah dan menjadi kurang volumenya fisiknya. Kata dia, rangka pembangunan bagian diatas ada perbedaan yang sangat signifikan. Atap yang dibangun dengan menggunakan APBD  berbeda dengan  pembangunan yang menggunakan APBN.

“Dana lewat APBN ini diduga ada penyimpangan, hal ini berdasarkan penjelasan Plt Kepala Dinas Perhubungan  yang mengatakan, bahwa gambar awal hanya mengikuti gambar dari pusat sehingga dibangunlah tambahan perluasan bandara yagn didanai dari APBD, Kata.

Menurutnya, dari pembangunan yang dilaksanakan ada ketidaknyambungan antara bangunan APBD dan APBN. Terkait hal tersebut belum ada solusinya, seperti apa nanti penyambungannya karena akan ada kesulitan nantinya dan semestinya dibangun sama agar dapat menyatu nantinya.

Komisi C DPRD Mimika saat tinjau pengerjaan Terminal Bandara Moses Kilangin, Selasa (12/3). /Foto : Humas

“Terkait hal itu, kami dari DPRD akan melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan dinas perhubungan. RDP nantinya akan membicarakan solusi yang akan diambil untuk mengatasi masalah yang ada,” ujar Asri Anjang.

Hal senada juga ditegaskan , Ketua Komisi C Yohanis Kibak kepada wartawan disela-sela kunjungangnnya melihat pembangunan terminal dan apron Bandara Moses Kilangin yang baru mengakui, dari hasil kunker Komisi C menemukan adanya perbedaan pembangunan dua terminal yang berbeda dan dari dana yang berbeda pula.

“Ini temuan sehingga kita akan nanti menanykana hal ini kepada Kementrian Perhubungan di Jakarta.Karena ini juga menjadi masalah ketika satu terminal dengan terminal lainnya berbeda.Bagaimana untuk menyambungnya sementara ukuran dan modelnya sudah berbeda,”tegas Kibak.(humas)

Berita Umum