DPRD RDP SELESAIKAN PEMALANGAN MENUJU LOKASI GALIAN C DI IWAKA

Wakil Ketua I DPRD Mimika, Aleks Tsenawatme bersama Ketua Komisi C Elminus B Mom dan Wakil Ketua Komisi C Marthinus Walilo, anggota Komisi C Anthon Bukaleng saat memimpin RDP di ruang Serba Guna Kantor DPRD Mimika, Selasa (5/10/2021)/Foto : husyen opa

TIMIKA | Masih terjadinya aksi pemalangan akses menuju tempat penggalian pasir dan batu (galian C) di Jalan Trans Nabire Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika hingga saat ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Mimika melalui Komisi C dan Komisi A menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak pemilik hak ulayat dan sejumlah instansi dan aparat keamanan yang digelar di ruang Rapat Serba Guna Kantor DPRD Mimika, Selasa (5/10/2021).

RDP yang dipimpin oleh Wakil Ketua I , Aleks Tsenawatme dan dihadiri sejumlah anggota Komisi C diantaranya, Elminus B Mom Ketua Komisi, Marthinus Walilo,Anton Bukaleng, Samuel Bunai, Sasiel Abugau, Yulian Salossa, Leonardus Kocu, dan Komisi A diwakili oleh H.Iwan Anwar dan Anthon Palli.

Sementara dari pihak pemerintah diwakili oleh Asisten 1 Yulius Sasarari, Kepala Dinas PUPR, Robert Mayaut, Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) William Naa serta utusan dari Bapenda, Dinas Lingkungan Hidup, Kapolsek Kuala Kencana dan Perwakilan Danramil Kuala Kencana.

Waket I DPRD Mimika, Aleks Tsenawame dalam RDP tersebut mengatakan pertemuan ini digelar untuk mencari penyelesaian agar pemalangan yang saat ini terjadi di lokasi akses menuju pengambilan galian C untuk segera dibuka.

“Kami dewan mengundang untuk RDP ini guna mencari win win solusi, kalau awalnya persoalan pemalangan diakibatkan karena terjadinya kecelakaan. Namun kasus kecelakaan sudah diselesaikan secara kekeluargaan dengan pihak aparat keamanan, hanya saja adanya tuntutan warga agar jalan menuju lokasi pengambilan galian C harus dibuat akses dn dibangun jalan oleh pemerintah,”ungkap Aleks Tsenwatme.

Ia mengaku, bahwa pemerintah daerah khususnya OPD tehnis  duduk bersama untuk menyelesaikan masalah terutama untuk pembangunan jalan menuju galian C.

“Karena itu pemerintah bersama dewan bisa merespon tuntutan warga ini dengan membangun dan membuka akses jalan menuju lokasi galian C, sehingga masyarakat bisa membuka dan kegiatan pengambilan galian C bisa normal kembali,”pintanya.

Sementara Ketua Komisi C Elminus B Mom berharap pemerintah merespon tuntutan warga untuk menganggarkan pembanguna akses jalan demi  memperlancar pengambilan material galian C di Iwaka.

“Pemerintah segera usulkan dan soal anggaran saya kira tidak jadi soal, Mimika ini punya banyak anggaran. Jangan tunda tunda agar pembangunan bisa berjalan, kalau masih palang di lokasi galian C maka pembangunan di Mimika tidak berjalan,”tegas Elminus.

Wakil Ketua Komisi C Marthinus Walilo menegaskan bahwa dewan sebagai representatif masyarakat Mimika sehingga persoalan akses jalan di galian C harus segera di akomodir.

“Kami dan masyarakat hanya meminta agar persoalan ini segera direalisasikan, jangan ditunda tunda. Hal ini demi pembangunan kabupaten Mimika,”tegasnya.

Kepala Dinas PUPR Mimika, Robert Meyau mengatakan adanya desakan untuk membangun jalan disana harus melalui mekanisme penganggaran. Kalau aspirasi dari warga itu sudah ada dan sekiranya DPRD bisa membuat disposisi untuk usulan itu diakomodir di APBD Peruahan atau induk.

“Usulan sebuah program itu harus melalui sebuah mekanisme penganggaran, bila ini demi kepentingan masyarakat maka DPRD bisa memberikan disposisi untuk bisa diakomodir di APBD Perubahan atau induk,”kata Robert.

Kapolsek Kuala Kencana Iptu Y Sera Ayatanoi berharap aksi pemalangan bisa segera diakhiri karena dunia usaha dan lebih penting masyarakat sangat membutuhkan material galian pasir dan batu untuk pembangunan di Mimika.

“Prinsipnya kami dari keamanan siap memberkan dukungan keamanan terkait proses penyelesaian aksi pemalangan, hal ini tak boleh berlama lama. Sebab lokasi pengambilan galian C yang ada di Iwaka merupakan fasilitas umum untuk kebutuhan material,”katanya.

Dalam pertemuan tersebut juga hadir perwakilan dari Lembaga adat Lemasa, Kepala Kampung Mimika Gunung dan keluarga korban kecelakaan yang terjadi di Jalan Trans Nabire beberapa waktu lalu. (humas)

Berita Umum