DPRD Mimika Kunker ke Distrik Jita, Temukan Banyak Masalah

KUNKER – Rombongan anggota DPRD Mimika yang dipimpin Wakil Ketua II Nathaniel Murib,Mimika George Deda,SEGerson Harold Imbir, Thadeus Kwalik dan Markus Timang menyerahkan bantuan Bama bagi warga di  Distrik Jita  pada Jumat (12/10) lalu./ Foto : humas

JITA

Anggota DPRD Mimika yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua II, Nathaniel Murib bersama , anggota Sekretaris Komisi A George Deda, Anggota Komisi A Markus Timang, Gerson Harold Imbir (anggota Komisi B), Thadeus Kwalik (anggota Komisi C) pada Jumat (12/10) lalu melakukan Kunjungan Kerja (Kunker ) ke distrik Jita, Kabupaten Mimika Papua.

Dalam kunker tersebut DPRD Mimika menemukan beberapa masalah urgen yang dikeluhkan langsung warga kepada DPRD dan pantauan langsung anggota dewan.

Salah satu hal yang paling urgent yang perlu mendapatkan perhatian dan penanganan langsung oleh pemerintah adalah soal kebutuhan air bersih.

Masyarakat di Distrik Jita saat ini kesulitan mendapatkan air bersih. Warga terpaksa memanfaatkan air kubangan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti memasak, mandi dan mencuci.

Warga sangat berharap Pemkab Mimika segera memberi perhatian agar mereka tidak terus dililit krisis air bersih. Soal kebutuhan air bersih dan Kondisi yang dialami itu dikeluhkan oleh masyarakat Jita kepada rombongan DPRD Mimika yang melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Jita pada Jumat (12/10) lalu.

“Dari kunker kami ke Distrik Jita, ada tiga masalah yang dikeluhkan masyarakat kepada kami. Salah satunya adalah masalah air bersih,” ungkap anggota DPRD Mimika, George Deda SE di ruang kerjanya, Senin (15/10) siang.

Deda mengungkapkan, keluhan masyarakat soal air bersih sangat menyedihkan. Pasalnya, hampir semua warga Jita mengaku kesulitan mendapatkan air bersih.

“Itu akibat musim kemarau panjang. Persediaan air yang ditampung saat hujan sudah habis, sehingga warga memanfaatkan air dari bekas kubangan untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.

Rombongan DPRD Mimika saat berdialog dengan warga di Pelabuhan Distrik Jita/ foto : humas

 

Dari pengakuan warga yang ditemui DPRD, sebut Deda, semua mengeluhkan hal yang sama yaitu kesulitan air bersih. Masyarakat mengaku krisis air bersih sebenarnya sudah terjadi bertahun-tahun dan sampai saat ini masih terus menghantui warga di Distrik Jita.

“Masalah air bersih ini sebenarnya persoalan yang sudah cukup lama. Seharusnya tidak boleh dibiarkan oleh pemerintah. Mereka menyampaikan ke kami DPRD agar bupati nanti bisa mencarikan solusi, sehingga ke depan masyarakat Jita tidak lagi kesulitan air bersih,” kata Deda.

Politisi Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) ini mengaku sangat sedih melihat kehidupan masyarakat di Distrik Jita yang hanya berharap dari air hujan. “Tapi kalau musim kemarau terjadi seperti saat ini, masyarakat tidak berdaya,“ ungkapnya.

Untuk itu, Deda berharap Pemkab Mimika melalui OPD teknis bisa segera merespon keluhan masyarakat Distrik Jita tersebut. Sebab, air bersih merupakan kebutuhan primer masyarakat yang harus dipenuhi oleh pemerintah.

“Masalah air bersih ini adalah kebutuhan utama masyarakat dan harus segera dicarikan solusi. Bila tidak, dikhawatirkan masyarakat akan terus mengomsumsi air yang tidak layak dan bisa saja menimbulkan penyakit berbahaya,” jelasnya.

Wakil Ketua II DPRD Mimika saat menerima aspirasi usulan pemekaran Kampung / foto : humas

Masyarakat di Distrik Jita selama ini hanya berharap air hujan yang ditampung di dalam profil tank atau penampungan. Namun, jumlahnya terbatas dan hanya untuk memenuhi kebutuhan sementara waktu saja.

“Bila sudah musim kemarau seperti sekarang ini, warga sangat kesulitan mendapatkan air bersih. Masalah ini yang harus segera dicari jalan keluar oleh pemerintah daerah,” tegasnya.

Selain masalah air bersih, sebut Deda, hal lain yang juga perlu mendapatkan perhatian pemerintah daerah yakni alur transportasi sungai yang semakin sulit dilewati oleh warga Jita bila air surut. Kemudian hal berikut yang  dikeluhkan masyarakat Jita yakni soal pemekaran Kampung Murpi.

“Bila air dalam kondisi surut, masyarakat tidak bisa melewati sungai puriri dan terpaksa harus memutar alur melalui laut, dimana kondisi cuaca yang eksrim sangat berbahaya bagi keselamatan warga,” ujarnya.

Kemudian hal berikut yang dikeluhkan masyarakat Jita kepada rombongan DPRD Mimika yakni soal pemekaran Kampung Murpi.

Wakil Ketua II DPRD Mimika, Nathaniel Murib dalam kunkernya dihadapanw arga mengatakan kedatangan rombongan DPRD ke distrik Jita untuk melihat langsung kondisi dan perkembangan pembangunan serta mendengarkan apa yang menjadi keluhan warga dan akan menjadi catatan DPRD bila nantinya ada pembahasan LPKJ maupun pembahasan APBD.

Sekretaris Komisi A DPRD Mimika, George Deda,SE bersama Babinsa di Puskesmas Jita/ foto : humas

Sementara Kepala Kampung Kanmapri distrik Agimuga , Yohanis Jita mengapresiasi kedatangan dewan ke distrik Jita untuk melihat kondisi masyarakat dan pembangunan secara langsung. Menurutnya, banyak hal yang menjadi kebutuhan masyarakat yang perlu menjadi perhatian DPRD Mimika untuk bisa diteruskan ke pemerintah.

“Kami masyarakat di distrik Jita membutuhkan seperti Perumahan, air bersih, penerangan listrik, pendangkalan di Kali Puriri dan usulan pemekaran. Untuk pemekaran pemerintah harus segera merealisasikan,”pinta Yohanis.

Rombongan anggota DPRD Mimika yang ikut bersama-sama dalam kunker tersebut yakni Wakil Ketua II DPRD Mimika Nathaniel Murib, Markus Timang (anggota Komisi A), Gerson Harold Imbir (anggota Komisi B), dan Thadeus Kwalik (anggota Komisi C) juga menyempatkan diri mengunjungi beberapa fasilitas umum seperti, Puskesmas, Sekolah, pembangunan Dermaga, pembangunan gudang untuk persiapan proyek air bersih dan memantau langsung kondisi warga yang kesulitan air bersih. (humas)

Berita Umum