Dewan Sidak Mengecek Beras Jatah Guru Tak layak Konsumsi

TEMUKAN – Anggota DPRD Mimika H Asri Anjang saat menemukan beras tak layak konsumsi di SDN 2 Kwamki, Timika, Rabu (26/9)./ Foto : Humas

Timika

Setelah menerima adanya pengaduan dari beberapa guru ASN tentang jatah beras setiap bulanan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke SD Negeri 2 Kwamki,Distrik Mimika Baru,Timika,Papua pada, Rabu (27/9).

“Ini sangat disayangkan. Cocoknya beras ini untuk pakan ternak, bukan untuk manusia. Beras itu sudah kuning dan berkutu. Sebagai wakil rakyat saya sangat prihatin melihat ini. Ini guru pahlawan kita, kenapa dikasih beras untuk ternak,” kata Anggota Komisi C DPRD Mimika H.Muhammad Asri,SE saat Sidak di SDN 2  Kwamki, Rabu (26/9).

 Asri menegaskan pihak berwenang seharusnya memperhatikan secara baik kondisi beras sebelum dibagikan, apakah beras tersebut layak dikonsumsi atau tidak.

“Saya minta jika membagi beras itu lihatlah kualitasnya, dan untuk siapa beras ini diberikan. Jika beras untuk manusia, tolong dong dilihat dulu. Kalian yang membagikan beras juga manusia. Saya dengar guru-guru ini bayar dan dipotong gaji untuk mendapatkan beras itu, terus kenapa dikasih beras seperti itu?” kritiknya.

Asri meminta semua PNS jika mendapatkan beras yang tidak layak konsumsi untuk tidak menerimanya. Sebab, jika masalah tersebut didiamkan maka pada bulan-bulan berikutnya akan terus dibagikan beras yang tidak layak konsumsi.

“Jika tidak layak, tolak saja. Jangan terima kondisi beras seperti ini. Ini sangat tidak layak, beras hancur berwarna kuning dan berkutu. Bersa ini memang cocok untuk makanan ternak,” ungkapnya.

Asri mengimbau pihak Bulog Timika untuk meninjau terlebih dahulu kualitas beras sebelum didistibusikan, apakah beras yang hendak dibagikan itu layak dikonsumsi atau tidak.

“Bulog harus melihat ini, dimana tanggung jawab kalian? Kami harap sebelum dibagi, periksa dulu. Jangan asal bagi, ini untuk manusia lho, saya marah sekali melihat ini,” tegas Asri.

Salah seorang guru SDN 2 Kwamki, Umar mengungkapkan beras jatah guru-guru di SDN 2 Kwamki sekarang ini semuanya tidak layak konsumsi. Hal yang sama sudah terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

Umar menyebut banyak guru yang protes, tetapi tidak tahu mau protes kemana.

“Semua guru yang terima beras kondisinya begitu. Tidak tahu kenapa akhir-akhir ini berasnya begini. Terkadang juga ada yang bagus, tapi rata-rata berasnya tidak layak.  Kebanyakan para guru tidak konsumsi beras itu, tapi dijual kembali,” ungkapnya.

 Umar menambahkan pihak sekolah tidak pernah memeriksa kondisi beras pada saat dibagikan. Pihaknya hanya menerima jatah beras dan dinaikkan ke mobil, setelah itu tiba di sekolah dan selanjutnya langsung dibagikan ke guru-guru.

 “Kami hanya mengambil dari Bulog, kemudian dibagikan. Setelah dibagikan baru banyak guru yang protes kenapa berasnya begitu. Selama ini guru-guru diam saja. Mungkin sudah jengkel sekarang ini, karena berasnya tidak layak, ya mengadu,” ujarnya. (humas)

Berita Umum