Dewan Sesalkan Aparat Tidak Tegas Pengrusakan Kantor DPR Mimika

Tampak sejumlah fasilitas kantor pos satpam, pagar kantor, lampu taman dan fasilitas lainnya yang dirusak

Timika

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mimika melalui Ketua Komisi A,Saleh Alhamid menyesalkan terjadinya pengrusakan sejumlah fasilitas kantor DPRD Mimika oleh massa dari keluarga korban penembakan Imakulata Emakeparo yang terjadi selama dua hari sejak Sabtu (3/2) hingga (4/2).

Sejumlah fasilitas di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) merusak fasilitas gedung DPRD sangat disayangkan oleh anggota Dewan apalagi pengerusakan tersebut terjadi dihadapan aparat keamanan yang sedang melakukan pengamanan.

Ketua Komisi A DPRD Mimika mengatakan, pengrusakan dilakukan oleh massa di hadapan petugas kepolisian yang sedang berjaga dilokasi tersebut. Sejumlah fasilitas di DPRD seperti lampu taman hancur, pos security hancur, pintu gerbang DPRD rusak parah dan sejumlah fasilitas lainnya.

“Kami (DPRD) tidak tahu mengapa kantor DPRD menjadi sasaran pengrusakan. Padahal, masyarakat yang datang ke DPRD untuk menyampaikan aspirasi mereka,” kata Saleh saat ditemui dikantor DPRD Mimika, Selasa (6/2).

Menurutnya, petugas kepolisian yang berada di lokasi kejadian dinilai tidak mampu mengamankan keadaan tersebut. Secara kemanusian kasus tersebut akan di proses hukum. Tapi DPRD kecewa kepada masyarakat dan petugas kepolisian yang tidak menghargai DPRD.

“Pada saat kejadian, massa dan kepolisian berada di lokasi kejadian. Tapi tidak bisa berbuat apa apa ketika ada masyarakat yang melakukan pengrusakan,” tuturnya.

Akibat kejadian ini, lanjut Saleh, anggota DPRD tidak merasa simpatik terhadap kejadian yang terjadi. Seharusnya masyarakat yang datang ke DPRD untuk mengadukan dan meminta bantuan kepada DPRD untuk menyelesaikan masalah yang dialami masyarakat.
Pengrusakan terjadi terkesan dibiarkan oleh petugas kepolisian. Pengrusakan menurut Saleh, seperti ada yang mengatur atau menyuruh orang melakukan pengrusakan.

“Apa salah kantor DPRD sehingga perlu dirusak oleh massa. Harusnya petugas kepolisian yang berada dilokasi kejadian dapat mengamankan kantor DPRD,” ungkapnya.

Dari hasil pantuan di Gedung DPRD, pecahan kaca tampak berserakan di pos security. Pos security yang sebelumnya di kelilingi kaca, tampak sudah hancur. Tidak hanya itu, lamput taman yang berada di samping akses masuk pecah dan tidak dapat digunakan.
Selain itu, pagar gerbang masuk kantor DPRD juga dirusak massa, sehingga pintu masuk DPRD saat ini tidak dapat digunakan akibat rusak parah. (humas)

Berita Umum