Website Resmi DPRD Mimika

Bertemu Komisi A, Dinkes Akui Pelayanan di Lapas Rutin Dilakukan

Anggota Komisi  DPRD Mimika saat bertemu dengan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Selasa (25/60/ Foto : Humas

Timika

Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika membantah adanya keluhan dari pegawai Lapas kelas II B dan warga binaan bahwa pelayanan kesehatan tidak berjalan baik, bahkan dinkes mengakui pelayanan kesehatan rutin dilakukan oleh Puskesmas Limau Asri SP 5.

Hal tersebut ditegaskan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra dihadapan anggota Komisi A DPRD Mimika saat menggelar pertemuan di ruang rapat dinas kesehatan, Selasa (25/6).

Ubra mewakili Kepala Dinkes menyampaikan bahwa pihaknya telah memperhatikan pelayanan kesehatan di wilayah lapas melalui puskesmas Limau Asri. Pihaknya mengungkapkan bahwa belum lama pihak Dinkes memberikan bantuan obat-obatan dan alat kesehatan lainnya kepada pihak lapas.

“Kami bukan tidak memberikan pelayanan kesehatan disana secara rutin namun pelayan kesehatan dilakukan melalui puskesmas Limau Asri. Apalagi bulan Februari kemarin kami melakukan Mou dengan Kalapas terkait pelayanan TB. Selain itu belum lama ini kami baru menyerahkan obat bahkan kursi roda kepada lapas,” jelasnya.

Foto Bersama Komisi A DPRD Mimika dengan Sekretaris Dinas Kesehatan dan Staff , Selasa (25/6)/ Foto : humas

Menurut Reynold secara struktural Dinas kesehatan hanya melakukan bantuan dan memback up, jadi bukan kewajiban Dinkes. Hal tersebut merupakan tanggung jawab kementerian Hukum dan Ham karena secara struktural merupakan tanggung jawab Kemenkum Ham dan anggaran di Kemenkumham namun kami tetap membantu.

“Secara hirarki bukan tanggung jawab kami, tetapi pelayanan kesehatan kami jalan disana melalui puskesmas Limau Asri bahkan para Napi juga kami dorong agar mereka punya jaminan kesehatan dan gratis. Yang menghambat kita bukan karena miss komunikasi tetapi karena struktural karena kita berbeda kelembagaan dan dana DAK ada dari Kemenhukam bisa masuk sebenarnya dalam ranah itu,”ujarnya

Ubra berjanji apa yang menjadi usulan dari warga binaan maupun Lapas soal pelayanan kesehatan kami akan siap dan terkait usulan pengadaan kendaraan Ambulance nanti coba kami bahas dan usulkan nanti semoga bisa diakomodir.

Anggota komisi A DPRD Mimika Eliezer Ohee menyampaikan bahwa Bupati Mimika berjanji untuk melakukan pengembangan Lapas kelas II Timika, yang salah satunya akan adanya pelayanan kesehatan dengan menempatkan tenaga medis di Lapas tersebut. Dengan demikian Dinkes harus segera menempatkan tenaga medis di lapas.

“Bupati kan sudah janji waktu kunjungan bersama kami ke Lapas jika akan melakukan pengembangan terhadap Lapas. Kasihan Napi juga manusia meskipun di hukum mereka juga harus mendapatkan pelayanan kesehatan jika sakit,”ungkap Ohee.

Suasan pertemuan antara Komisi A DPRD Mimika dengan Dinas Kesehatan, Selasa (25/6)/ Foto : humas

Sementara itu Wakil Ketua komis A DPRD Mimika Matheus Uwe yanengga juga mengungkapkan bahwa minimnya fasilitas kesehatan dan tenaga medis di Lapas sangatlah memprihatinkan. Selain itu adanya fasilitas kesehatan yang sudah rusak sehingga harus membawa Napi ke rumah sakit tetapi dengan kurangnya personil lapas sehingga tidak bisa membawa Napi teresbuit ke rumah sakit.

Yanengga menambahkan, bahwa untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan nantinya pihaknya meminta kerjasama yang baik dari Dinkes. Pasalnya jika terjadi kemungkinan buruk yang terjadi jika terjadi kematian Napi yang disebabkan tidak tertolongnya Napi yang sakit karena minimnya fasilitas dan pelayanan kesehatan maka akan terjadi permasalahan.

“Bagaimana pun Napi ini warga Mimika yang dititipkan disana akan jadi masalah lho nanti jika mereka meninggal karena sakit keluarga mereka bisa protes dan terjadi masalah nanti,”tambahnya. (humas)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *