Antisipasi Lonjakan Harga Kebutuhan Pokok, OPD Tehnis Wajib Lakukan Pengawasan

Ketua DPRD Mimika, Robby K Omaleng,S.IP, MA /Foto : Humas

TIMIKA

Biasanya menjelang Perayaan Hari Raya Natal 25 Desember kebanyakan para pedagang dan pengusaha kebutuhan pokok sehari-hari sesukanya memainkan harga jual barang kepada masyarakat, untuk mengantisipasi hal ini diharapkan Organasisasi Perangkat Daerah (OPD) tehnis seperti Dina Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Peternakan serta Satuan Polisi Pamong Praja untuk melakukan pengawasan dan kontrol dipasaran.

“Berkaitan dengan harga kebutuhan pokok setiap menjelang hari raya Natal terkadang pengusaha atau pedagang dengan sesuka hati menjual dengan harga tinggi guna meraup keuntungan yang tinggi, dan ini tentu dampaknya akan dirasakan oleh warga masyarakat terutama warga kalangan bawah. Karena itu mohon kiranya dinas tehnis seperti Disperindag, Dinas Peternakan dan OPD terkait untuk turun langsung ke pasar atau ke Swalayan untuk mengawasi sekaligus memastikan harga seluruh kebutuhan tetap stabil,”tegas Ketua DPRD Mimika, Robby K Omaleng,S.IP, MA kepada wartawan di kantor DPRD Mimika, Jumat (6/11) siang.

Kalau tidak diawasi dan dikontrol langsung ke lapangan, menurut Robby Omaleng pasti ada saja pedagang atau pengusaha yang sengaja menaikkan harga kebutuhan pokok. Dan salah satunya, pengusaha bisa saja menimbun stok kebutuhan pokok yang banyak dibutuhkan, lalu mendekati hari raya mereka menjualnya dengan harga sangat tinggi.

“Disperindag maupun Dinas Perikanan setiap hari bisa turun untuk melakukan pengawasan, terlebih lagi menjelang hari raya Natal 25 Desember. Pedagang atau pengusaha sering melakukan spekulasi harga dengan alasan stok menipis, hal ini yang harus bisa dipastikan oleh OPD tehnis sehingga masyarakat tidak menjadi resah akibat lonjakan harga,”serunya.

Kebutuhan seperti, Telur, Daging, Sembilan Bahan Pokok dan lainnya dipasar atau di toko dan kios harus juga bisa dipastikan ketersediaan bagi warga masyarakat yang akan merayakan Natal.

“Harga harus tetap stabil dan tak bisa seenaknya pedagang atau pengusaha menaikkan harga dari sebelumnya, bila ditemukan dan ada indikasi pedagang memainkan harga harus ditegur dan bahkan bisa diberi sanksi administrasi,”imbuhnya.

Begitu juga dengan kebutuhan daging di pasar, OPD terkait harus mengawasi harga jual termasuk memastikan kalau daging yang ada dipasaran layak untuk dikomsumsi dari segi kesehatan.

“Daging apapun yang dijual di pasaran maupun di swalayan harus dipastikan oleh OPD tehnis bahwa daging yang ada dipasaran sehat dan layak dikomsumsi oleh masyarakat Mimika,”katanya. (humas)

Berita Dewan